Peringatan Maulid Nabi di Maluku Tenggara: Bupati Thaher Tekankan Teladan Rasulullah dan Semangat Ain Ni Ain sebagai Perekat Persaudaraan


LANGGUR, LINTAS-TIMUR.CO.ID - Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun memimpin peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Ar-Raudah, Jumat (4/9/2026).

‎Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa peringatan kelahiran Rasulullah bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan beliau dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan pemerintahan.

‎Mengusung tema “Rasulullah SAW Teladan Kita, Ain Ni Ain Perekat Kita, Persaudaraan dan Kedamaian Kekuatan Maluku Tenggara”, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merenungkan pesan suci Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, keadilan, serta kemampuan membangun persaudaraan di tengah perbedaan.

‎“Ketika Rasulullah SAW membangun masyarakat Madinah, beliau tidak membangun dengan kebencian. Beliau tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadikannya sebagai dasar untuk membangun kehidupan bersama yang damai dan saling menghormati,” ujar Bupati Thaher.

‎Nilai-nilai tersebut, kata Bupati, sangat selaras dengan warisan budaya luhur masyarakat Kei, yaitu Ain Ni Ain—semangat persaudaraan yang mengajarkan saling memiliki, saling membantu, dan saling menjaga. Ain Ni Ain bukan sekadar ungkapan budaya, melainkan kekuatan sosial dan moral yang menjaga kerukunan di Tanah Kei.

‎“Ketika satu orang mengalami kesulitan, yang lain hadir membantu. Ketika satu keluarga berduka, masyarakat ikut merasakan. Dan ketika ada perbedaan, kita menyelesaikannya dengan musyawarah, kekeluargaan, dan kebijaksanaan,” tegas Bupati.

‎Bupati juga mengingatkan bahwa persaudaraan dan kedamaian adalah modal utama pembangunan. Tidak ada kemajuan yang dapat diraih apabila energi masyarakat habis untuk saling mencurigai, menyalahkan, dan menjauh.

‎Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga hubungan antarumat beragama, memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat.

‎“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai berbeda dalam persaudaraan. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai kehilangan rasa hormat. Kita boleh berbeda latar belakang, tetapi kita tetap satu sebagai basudara di Tanah Kei,” pesan Bupati.

‎Di tengah tantangan zaman dan kemajuan teknologi, Bupati juga mengingatkan agar generasi muda dibentengi dengan iman, ilmu, dan akhlak. Media sosial, kata beliau, harus menjadi sarana kebaikan, bukan sumber fitnah, ujaran kebencian, atau perpecahan.

‎“Seorang Muslim adalah orang yang mampu menjaga lisan dan tangannya agar tidak menyakiti orang lain. Mari kita jadikan media sosial sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan, menyebarkan informasi yang benar, dan memperkuat semangat membangun Maluku Tenggara,” tambahnya.

‎Bupati menutup sambutannya dengan mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi ini sebagai titik tolak perbaikan diri dari yang kurang baik menjadi lebih baik, dari yang mudah marah menjadi lebih sabar, dari yang suka menyalahkan menjadi suka menguatkan, dan dari yang mudah terpecah menjadi semakin bersatu.

‎“Mari kita rawat Ain Ni Ain, kuatkan persaudaraan, jaga kerukunan, dan pelihara kedamaian. Bersama-sama kita bangun Maluku Tenggara yang religius, harmonis, aman, maju, dan bermartabat,” pungkas Bupati Thaher.

‎Hadir dalam kegiatan tersebut para alim ulama, ustaz dan ustazah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pimpinan OPD, ASN, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan kaum Muslimin setempat.(**)


Lebih baru Lebih lama