![]() |
LANGGUR, LINTAS-TIMUR.CO.ID - Unit Jibom Subden Sat Brimobda Maluku bersama jajaran Polres Maluku Tenggara dan Batalyon C Pelopor Sat Brimobda Polda Maluku telah berhasil melaksanakan evakuasi sekaligus pemusnahan aman satu unit benda peledak yang diduga kuat peninggalan Perang Dunia II di kawasan Kompleks Pokarina Wassar Baru (WABAR), Desa Kolser, Kecamatan Kei Kecil, Kamis (20/8/2026).
Benda berbahaya ini awalnya ditemukan warga bernama Angel Kaprahanubun saat sedang mengolah lahan perkebunan miliknya pada Kamis, 13 Agustus lalu.
Segera setelah penemuan dilaporkan, pihak kepolisian melakukan pengecekan dan mengamankan lokasi sambil menunggu penanganan khusus dari tim ahli penjinak bahan peledak.
Kegiatan penanganan dimulai pukul 13.10 WIT saat seluruh personel dan tim penjinak tiba di lokasi.
Sebelum evakuasi, petugas terlebih dahulu melakukan sterilisasi wilayah, memasang tanda peringatan serta menyampaikan imbauan kepada warga agar tidak mendekat demi menjaga keselamatan bersama.
Pukul 13.35 WIT benda peledak dievakuasi secara hati-hati ke lokasi khusus yang aman untuk proses pemusnahan, tiba di lokasi tujuan pukul 13.50 WIT lalu tim Jibom segera melakukan persiapan teknis sesuai prosedur keselamatan yang ketat.
Tepat pukul 14.25 WIT dilaksanakan proses pemusnahan secara terkontrol dan tuntas selesai pukul 15.30 WIT. Seluruh rangkaian kegiatan dinyatakan selesai sepenuhnya aman, tertib tanpa insiden hingga pukul 15.45 WIT.
Hadir memantau dan memastikan kelancaran operasi ini Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi, S.Pt., S.I.K., Ps. Danyon C Pelopor Kompol Rudi W. Muskitta, S.Sos., S.H., M.H., Wakapolres Malra Kompol Noovy Edward Agustinus Sapulette, Kasat Intelkam Polres Maluku Tenggara AKP P. Houver J. Unmehopa, serta jajaran perwira dan personel gabungan.
Dipimpin Ps. Kanit I Subden Jibom Sat Brimobda Maluku Iptu Agustinus Nanlohi bersama operator Brigpol Risdianto Pattilemoni dan Briptu Fedrik Matulesi, tim memastikan benda peledak yang diduga berasal dari masa pendudukan militer Belanda atau Jepang ini tidak lagi menyisakan bahaya dan ancaman bagi keselamatan warga sekitar.
“Tujuan utama operasi ini adalah menghapus sepenuhnya risiko bahaya ledakan yang mengancam warga dan lingkungan, sehingga masyarakat Desa Kolser dapat kembali beraktivitas dengan tenang dan aman,” ungkap keterangan pihak kepolisian.(**)
