Warga Tual Kecewa: Bantuan Sosial Dijanjikan Tak Kunjung Tiba, Pendataan Dinilai Tidak Tepat Sasaran ‎


TUAL, LINTAS-TIMUR.CO.ID - Pelaksanaan kegiatan bakti sosial di Lapangan Lodar-El, Kota Tual, yang dihadiri Ketua Umum Bayangkari Pusat pada Jumat (28/8/2026), menuai kekecewaan dan kritik dari masyarakat. Keluhan muncul terkait ketidakjelasan penyaluran bantuan yang sebelumnya sudah didata secara langsung.

‎Salah satu warga yang menyampaikan kekecewaannya secara terbuka di media sosial adalah Ethy Luturmas melalui akun “Info Kejadian Kota Tual”.

‎Ia mempertanyakan kejelasan pendataan yang dilakukan pihak kepolisian yang berkunjung ke tempat tinggalnya dengan janji program bantuan dari Polda.

‎Menurut keterangannya, saat itu pihak terkait meminta pengambilan foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta gambar rumah untuk keperluan pendaftaran penerima bantuan sembako.

‎Namun kenyataannya, meski sudah mendaftar dan menunggu lama di bawah terik matahari hingga acara selesai, bantuan yang dijanjikan tidak pernah diterima.

‎“Sangat disayangkan, justru terlihat bantuan lebih banyak dinikmati oleh kalangan pegawai maupun kelompok tertentu yang sebenarnya sudah menerima,” ungkapnya dengan kecewa.

‎Ia menegaskan pula bahwa di lingkungan tempat tinggalnya, tidak satu pun warga yang mendapatkan bantuan tersebut—padahal data dan dokumentasi rumah mereka sudah diambil.

‎Hal ini memunculkan pertanyaan mendasar: ke mana arah pendataan serta data diri dan bukti fisik rumah yang sudah dikumpulkan sebelumnya?

‎Dengan tegas Ethy menyampaikan pesan di ruang publik bahwa masyarakat tidak sedang mengemis belas kasihan, melainkan mempertanggungjawabkan proses pendataan yang terkesan serampangan.

‎“Hanya ingin tahu ke mana hilangnya data dan dokumentasi tersebut,” tegasnya di unggahan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ditemukan penjelasan maupun klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara maupun panitia kegiatan terkait persoalan tersebut.(**)


‎ 

Lebih baru Lebih lama