
LANGGUR, LINTAS-TIMUR.CO.ID — Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II resmi membuka pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara. Peresmian berlangsung Selasa (7/9/2026), ditandai dengan penyerahan plakat cenderamata dari Wakil Bupati Maluku Tenggara Carlos Viali Rahantoknam kepada Direktur RSK Nusa Waluya II, dr. Tasia Risma Simaremare.
Acara tersebut turut disaksikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Rasyid, unsur Forkopimda, perwakilan BPJS, jajaran Dinas Kesehatan, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutan yang dibacakannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa kehadiran RSK Nusa Waluya II merupakan wujud kepedulian dan keberpihakan nyata pemerintah terhadap masyarakat di wilayah kepulauan.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara saat ini telah memiliki 2 Rumah Sakit dan 21 Puskesmas — 11 unit tersebar di Pulau Kei Besar dan 10 unit di wilayah Kei Kecil.
Kondisi geografis kepulauan yang kerap menyulitkan akses melalui jalur darat maupun laut membuat kehadiran rumah sakit kapal ini menjadi solusi yang sangat dinantikan.
Kapal ini hadir menjawab kerinduan masyarakat Kei Besar akan pelayanan medis langsung dari dokter spesialis.
Wakil Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Dokter Peduli (DoctorShare), para donatur, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya pelayanan kesehatan gratis ini.
"Pelayanan medis gratis ini merupakan bagian dari misi sosial Yayasan Dokter Peduli".
Saat ini RSK Nusa Waluya II telah didukung oleh tujuh dokter spesialis, antara lain dr. Laurensia Ayuningtias, Sp.An-TI, dan dr. Nurul Suparto, Sp.OG, didampingi tim dokter umum serta tenaga kesehatan penunjang lainnya.
Pemerintah Kabupaten berharap pelayanan ini tidak hanya berlangsung pada tahun 2026, namun dapat terus berjalan secara rutin di tahun-tahun mendatang. Dukungan dari berbagai pihak pun diharapkan guna menjamin kelancaran logistik dan kebutuhan penunjang pelayanan kesehatan tersebut.(**)