Kontingen MTQ Maluku Tenggara Disambut Meriah Penuh Nuansa Budaya oleh Itanem Ambon


Langgur, Lintas-Timur.co.id
- Kedatangan kontingen Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Maluku Tenggara di Kota Ambon untuk mengikuti ajang MTQ Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 disambut dengan penuh sukacita, hangat, dan meriah oleh keluarga besar Ikatan Keluarga Evav (Itanem) Ambon.

Prosesi penyambutan resmi dilaksanakan di kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, tepat pada Sabtu (20/6/2026), segera setelah kapal yang membawa rombongan kafilah bersandar di dermaga.

Penyambutan dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Harian Itanem Ambon, Patti Wee, didampingi sejumlah pengurus dan puluhan warga asal Maluku Tenggara yang bermukim di ibu kota provinsi.

Suasana pelabuhan yang biasanya sibuk berubah menjadi penuh warna dan semangat kekeluargaan, diperindah dengan penampilan Tarian Sawat—tarian tradisional yang diwariskan sebagai ungkapan penghormatan tertinggi dan selamat datang bagi tamu yang datang dari jauh.

Irama musik tradisional berupa pukulan tifa, dentuman gong, dan alunan seruling terdengar berpadu harmonis mengiringi gerakan para penari, sekaligus menyambut langkah para peserta dan rombongan kontingen.

Sebagai bentuk penghargaan nyata, rasa bangga, dan dukungan moril, Patti Wee secara simbolis melakukan pengalungan syal khas kepada perwakilan kontingen MTQ Maluku Tenggara di tengah prosesi penyambutan.

Tindakan sederhana namun bermakna ini menjadi simbol bahwa di tanah rantau Ambon, keluarga besar Itanem tetap berdiri tegak menjadi pendukung dan pendamping setia warga asal wilayah semboyan Larvul Ngabal.

Setelah seluruh rangkaian upacara penyambutan selesai dilaksanakan di pelabuhan, rombongan kontingen tidak langsung menuju tempat istirahat. Perjalanan menuju lokasi

pemondokan dan pusat kegiatan MTQ pun tetap diiringi irama musik tradisional dan atraksi budaya yang sama meriahnya.

Sepanjang jalan yang dilalui, semangat kebersamaan tampak sangat terasa, di mana masyarakat sekitar juga turut menyapa dan memberikan semangat.

Suasana penuh kekeluargaan ini menjadi suntikan energi positif dan motivasi awal bagi para peserta sebelum mereka mulai berkompetisi.

Kehadiran dan keterlibatan aktif Itanem Ambon dalam menyambut kedatangan kafilah ini bukan sekadar rutinitas penyambutan rombongan.

Hal tersebut menjadi bukti nyata betapa kuatnya ikatan persaudaraan, solidaritas, dan rasa kesatuan masyarakat Kei meskipun berada berjauhan di tanah rantau.

Dukungan yang diberikan sejak langkah pertama menginjakkan kaki di Ambon diharapkan menjadi modal kekuatan batin bagi para kafilah yang tengah mengemban tugas mulia membawa nama baik daerah di tingkat provinsi.(**)

 


Lebih baru Lebih lama