![]() |
Tual, Lintas-Timur.co.id - Perkembangan terbaru kembali terungkap dalam kasus kecelakaan lalu lintas di Desa Ohoitel pada Minggu (24/5/2026) lalu yang menyebabkan dua warga perempuan menderita luka berat hingga patah tulang.
Hari ini kamis 28/5/26, muncul fakta baru dimana Rini Atbar mantan Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tual bersama rombongan keluarga Tamuda Letsoin bertemu Burhan Rengirit, Ayah dari Nur Afi salah satu korban patah kaki yang kemungkinan mengalami cacat seumur hidup.
Kehadiran Rini Atbar bersama keluarga Tamuda Letsoin adalah ingin menyampaikan permintaan maaf karena telah menabrak korban Nur Afi hingga mengalami patah kaki.
Selain itu salah satu rombongan, Jemy Atbar yang juga Badan Saniri Ohoi (BSO) lembaga Desa yang sempat menyampaikan jika kehadiran mereka ini adalah atas inisiasi dari Pejabat Kepala Ohoi Abdul Azam Renwarin.
Mendengan penjelasan Jemy Atbar, sontak Burhan Rengirit Ayah korban dari Nur Afi mengingatkan Jemy agar tidak melibatkan nama Pejabat Kepala Ohoi (Desa) Ohoitel.
"Hati-hati Jemy, agar lebih cermat dan bijak dalam berbicara menyampaikan pendapat atau penjelasan agar tidak menyeret nama Pejabat Kepala Ohoi Ohoitel Abdulah Azam Renwarin tanpa ada dasar atau kaitan dengan persoalan ini.
Dalam pertemuan itu, Burhan mempertanyakan alasan mendasar apa dan mengapa harus kehadiran Rini Atbar dan rombongan meminta maaf atas nama Tamuda Letsoin.
Lebih lanjut kata Burhan, dalam kesaksian anak saya Nur Afi saat itu tidak melihat sosok yang bernama Tamuda di lokasi kejadian, justru yang ada adalah Rifai Sether.
Lalu, atas dasar apa, kalian datang meminta maaf atas nama Tamuda Letsoin, bahkan Nur Afi sangat melihat jelas Rifai Sether yang menabraknya, namun aneh yang datang minta maaf ini kalian mewakili Tamuda, orang yang sama sekali tidak terlibat dalam kejadian saat itu sesal Burhan.
Burhan mengingatkan, anak saya saat ini mengalami patah kaki dan benturan pada dada, bukan mata, telinga atau kepala sehingga tidak bisa mengenal siapa yang sebenarnya yang menabrak, karena hingga kini panca indranya masih normal.
Nur Afi melihat dan mengetahui dengan jelas siapa sosok yang mengendarai mobil saat itu, bahkan dengan jelas menyebutkan jika tidak ada orang lain hanya Rifai Sether, ujar Burhan.
Jadi, untuk apa orang yang tidak tau persoalan seperti Tamuda Letsoin yang tidak berada lokasi kejadian saat itu haruskah kalian datang mewakili dan minta maaf, ucap Burhan.
Dalam pertemuan itu, sempat dari rombongan Rini Atbar melakukan pengambilan dokumentasi, namun Burhan memperingatkan dengan keras, kiranya dokumen foto jangan di jadikan dokumentasi di medsos yang membenarkan jika telah ada pertemuan dan upaya damai, karena sesungguhnya bagi kami keluarga korban tidak ada kata damai
"TIDAK ADA PERDAMAIAN. Titik",
Kedatangan mereka hanya memperkuat adanya dugaan rekayasa, guna mencari peran pengganti, namun upaya tersebut hanya menguatkan dugaan kami keluarga korban saat ini bahwa memang ada upaya rekayasa yang di skenariokan, ujar Burhan.
Ia pun mempertegas jika keluarga korban sudah bulat tekad untuk tidak berdamai, karena sejatinya kesaksian korban saat itu dalam sadar, dan mengetahui persis pengendara mobil yang sebenarnya yakni Rifai Sether dan dialah yang harus bertanggung jawab atas semua ini, tegas Burhan.
Sementara muncul nama Tamuda yang di sebutkan hanyalah rekayasa guna menyembunyikan Rifai Sether agar terbebas dari jeruji besi.
Burhan berjanji, akan mengawal kasus anaknya ini sampai tuntas, bahkan dirinya menegaskan, jangan coba-coba mengubah atau merekayasa atas sebuah fakta kebenaran yang ada.
Dia juga meminta pihak kepolisian agar lebih profesional dan obyektif dalam menangani kasus ini, karena sejatinya keluarga sudah mencium aroma kebohongan pihak tertentu guna meloloskan Rifai Sether, tandas Burhan.(**)
