
Tual, Lintas-Timur.co.id - Alasan kuat di balik dugaan adanya pengganti pelaku dalam kasus kecelakaan di Desa Ohoitel akhirnya terungkap ke permukaan, melalui keterangan Nizar Sether, keluarga korban mengungkapkan bahwa pihak yang diduga sebagai pelaku asli ternyata memiliki catatan khusus dalam ranah hukum, yang menjadi latar belakang mengapa kasus ini diduga berusaha dimanipulasi.
Menurut penelusuran keluarga, pihak yang diduga bertanggung jawab atas kecelakaan fatal ini ternyata pernah terlibat kasus kecelakaan lalu lintas beberapa tahun silam.
Perkara tersebut baru diputuskan pengadilan beberapa bulan terakhir, di mana yang bersangkutan divonis dengan hukuman percobaan selama 1 tahun.
Berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, apabila seseorang yang sedang menjalani masa hukuman percobaan terbukti kembali melakukan tindak pidana baru dalam kurun waktu masa percobaan tersebut, maka orang tersebut wajib ditahan dan akan dijerat dengan ancaman hukuman yang jauh lebih berat.
Kondisi inilah yang diduga menjadi alasan utama mengapa muncul upaya mencari orang lain sebagai pengganti, agar pihak yang sebenarnya bersalah bisa lolos dari jerat hukum yang mengancam kebebasannya.
Menurut Nizar, “Data, fakta, mau pun kesaksian yang kami miliki di lapangan sangat lengkap dan kuat, dan ini bukan sekedar asumsi kosong, kami semakin yakin ada upaya sengaja mengubah fakta diduga demi menyelamatkan satu pihak dari proses hukum yang lebih berat.
"Ada kepentingan hukum yang besar di sini sehingga mereka berani merekayasa situasi,” tegas Nizar.
Keluarga menegaskan tidak akan tinggal diam melihat kondisi korban yang hingga kini kondisinya semakin menurun dan sulit diajak berkomunikasi akibat dampak kecelakaan tersebut.
Nizar berjanji akan melawan habis-habisan segala bentuk rekayasa, dan seluruh bukti serta rekaman kesaksian yang telah dikumpulkan akan dikemukakan lengkap saat persidangan nanti demi menuntut keadilan yang sesungguhnya.(**)