Maluku Tenggara Sukses Tekan Angka Stunting di Bawah Target Nasional, Cek Kesehatan Gratis Capai 32 Persen


Langgur, Lintas-Timur.co.id
l -  Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berhasil menekan angka prevalensi stunting hingga menyentuh angka 12,07 persen per Mei 2026. Angka ini tercatat jauh lebih baik dibandingkan target nasional yang masih berada di kisaran 14,5 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Muhsin Rahayaan, menyampaikan hal ini dalam dialog interaktif yang di kutip dari Maluku Tenggara Menyapa di RRI Tual, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, penurunan signifikan ini merupakan hasil kerja keras lintas sektor, di mana Dinas Kesehatan berfokus pada intervensi spesifik pencegahan, sementara dinas lain menangani aspek sanitasi, pertanian, dan keluarga berencana.

“Kami fokus mencegah lahirnya kasus baru melalui pemantauan gizi, pemberian makanan tambahan berbasis bahan lokal, hingga edukasi gizi bagi ibu hamil dan remaja putri.

Dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga berperan besar, yang saat ini beroperasi lewat empat dapur besar dan akan dikembangkan menjadi 39 titik di seluruh wilayah tahun ini,” ujar Rahayaan.

Selain keberhasilan penanganan gizi, program unggulan pemeriksaan kesehatan gratis juga berjalan sangat baik.

Sejak diluncurkan Februari 2025, tercatat sudah ada 29.000 warga atau sekitar 32 persen dari total penduduk yang telah memanfaatkannya.

"Persentase ini disebut sebagai capaian tertinggi se-Provinsi Maluku", ujar Rahayaan

Paradigma pelayanan pun diubah dari pengobatan menjadi pencegahan. Petugas kesehatan melakukan sistem “jemput bola” hingga ke desa-desa agar masyarakat sadar memeriksakan diri meski tidak sakit.

Hal ini penting mengingat tren penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan kanker kini juga semakin meningkat di wilayah ini.

Rahayaan menegaskan, Rumah Sakit Umum Daerah Karel Satsuit Tubun kini telah ditetapkan sebagai pusat rujukan penanganan penyakit berat tersebut.

Berbagai peralatan medis mutakhir seperti CT Scan dan ruang penanganan jantung telah disiapkan, sementara dokter-dokter spesialis sedang dipersiapkan pendidikannya agar bisa bertugas penuh dalam satu hingga dua tahun ke depan.

“Tantangan masih ada, terutama pemenuhan tenaga medis dan perbaikan fasilitas, namun kami terus berupaya agar layanan kesehatan dasar hingga rujukan bisa dinikmati merata oleh seluruh warga Kei Besar maupun Kei Kecil,” pungkasnya.(**)


Lebih baru Lebih lama