
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Program pembangunan rumah subsidi skema KPR-FLPP di Kabupaten Maluku Tenggara hadir dengan wajah baru yang berbeda dari kebiasaan umum di daerah lain.
Berlokasi strategis di kawasan Puncak Kolser, perumahan ini akan dibangun di atas lahan seluas lebih dari dua hektare atau tepatnya 20.480 meter persegi, dengan desain yang mengutamakan kenyamanan dan privasi penghuni.
Hal ini dipaparkan oleh Esebius Utha Savsavubun yang mewakili pengembang CV IT5 dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, jika pada umumnya rumah subsidi dibangun berderet dan berdempetan, maka di Maluku Tenggara konsepnya berbeda total.
Di sini, setiap unit rumah berdiri sendiri dengan jarak antar bangunan mencapai dua meter, memberikan ruang gerak yang lebih lega bagi penghuni.
“Di tempat lain modelnya rumah deret menempel. Kami usung konsep berbeda, satu rumah berdiri sendiri, ada jarak sekitar dua meter. Jadi tidak berdesak-desakan,” tegas Utha.
Secara spesifikasi teknis, rumah yang dibangun bertipe 36 dengan ukuran lahan masing-masing 8 x 12 meter.
Kualitas bangunan pun diperhatikan serius, mulai dari ketinggian dinding mencapai 3,75 meter hingga fondasi yang dibuat kokoh setinggi 50 sentimeter agar aman dari risiko genangan air atau kerusakan.
Tak hanya bangunan hunian, kawasan ini dipersiapkan menjadi lingkungan permukiman yang utuh dan layak huni.
Berbagai fasilitas umum akan dibangun secara lengkap, meliputi jalan utama selebar enam meter yang menggunakan pengerasan paving block, lorong akses selebar lima meter, jaringan listrik, sistem penyediaan air bersih, hingga ruang terbuka hijau sebagai paru-paru lingkungan.
Dukungan penuh juga mengalir dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.
Menurut Utha, Bupati Maluku Tenggara sangat serius mengawal realisasi proyek ini, termasuk meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk segera menyiapkan jaringan distribusi air bersih hingga ke lokasi perumahan, agar saat warga menempati, segala kebutuhan dasar sudah terpenuhi sepenuhnya.
Dengan segala keunggulan desain dan fasilitas tersebut, rumah subsidi ini dipatok dengan harga sekitar Rp185 juta per unit.
Angka ini dinilai sangat sebanding dengan kualitas dan kenyamanan yang ditawarkan, sekaligus menjadi solusi nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang mendambakan hunian layak dan sehat.(**)