
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Tahun 1447 H / 2026 M mencatat sejarah unik bagi Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara. Untuk pertama kalinya, daerah ini memberangkatkan jemaah haji dengan jumlah paling sedikit di tingkat Provinsi Maluku, bahkan kemungkinan di Indonesia, yakni hanya dua orang.
Meski jumlahnya minim, namun momen keberangkatan tersebut tetap dimaknai sebagai anugerah terindah dan kehormatan besar bagi keluarga maupun daerah.
Prosesi pelepasan dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan dan hikmat di Masjid Agung Ar-Raudah, Jumat (8/5/2026).
Dua orang jemaah yang mendapatkan panggilan suci tersebut adalah pasangan suami istri, Ahmad Wajo Ohoirat Bin Hi. Hasim Ohoirat dan istrinya Wani Ahmad Binti La Ode Badi.
Dari 900 Antrean, Hanya 2 yang Beruntung
Kepala Urusan Haji dan Umroh Kabupaten Maluku Tenggara, Ratna Tamge, melaporkan bahwa meskipun secara data alokasi kuota tercatat sebanyak 3 orang, namun satu orang di antaranya bergabung dengan kloter Kota Ambon.
Sehingga, jemaah yang resmi dilepas dari wilayah Maluku Tenggara berjumlah 2 orang.
"Data per 30 April 2026 mencatat ada 900 jemaah dalam daftar tunggu (waiting list) dengan masa tunggu rata-rata mencapai 26 tahun.
Oleh karena itu, meski hanya 2 orang, ini adalah keberkahan yang luar biasa," jelas Ratna.
Kedua jemaah ini tergabung dalam Kloter 26 UPG yang merupakan kloter gabungan. Bersama jemaah dari wilayah Maluku lainnya, Papua Barat, dan Sulawesi Selatan, kloter ini beranggotakan total 393 orang.
Selama di Tanah Suci, mereka akan ditempatkan di Raudah Sektor 5, Al Saat Flower Hotel, berjarak sekitar 3,1 km dari Masjidil Haram.
Plt Sekda: Jumlah Tidak Mengurangi Makna
Mewakili Bupati Maluku Tenggara, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda), Rasyid, S.Sos, M.S.Si, dalam arahannya menegaskan bahwa jumlah jemaah yang sedikit tidak mengurangi makna sakral dari ibadah haji.
"Panggilan Allah SWT tidak semua orang mendapatkannya. Dua orang ini adalah perwakilan dari seluruh masyarakat Maluku Tenggara yang mendapatkan kehormatan menunaikan Rukun Islam kelima," ujar Rasyid.
Ia pun menyampaikan lima pesan penting kepada kedua jemaah: meluruskan niat, menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, menjaga akhlak dan nama baik daerah, serta mendoakan kemajuan Maluku Tenggara.
Rangkaian Perjalanan
- 08 Mei 2026: Jemaah berangkat dari Bandara Ibra Langgur pukul 09.45 WIT menuju Ambon, selanjutnya bermalam di Asrama Haji Waheru.
- 09 Mei 2026: Terbang menuju Makassar pukul 14.10 WIT, kemudian dilanjutkan ke Jeddah pada pukul 21.15 WITA.
- Kepulangan: Diperkirakan tiba kembali di Makassar pada 20 Juni 2026.
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan pelepasan resmi oleh Plt. Sekda. Semoga perjalanan spiritual kedua jemaah ini lancar, selamat, dan mendapatkan predikat Haji Mabrur serta Hajjah Mabruroh.(**)