![]() |
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Kabupaten Maluku Tenggara semakin mengukuhkan posisinya sebagai primadona baru pariwisata Indonesia Timur. Dengan pesona "Seribu Pulau", wilayah ini menawarkan kombinasi langka antara kejernihan laut, hamparan pasir putih yang ikonik, dan kelestarian alam yang masih terjaga.
Namun, di balik kemasyhuran Pantai Ngurbloat dengan pasir terhalusnya atau fenomena pasir timbul Ngurtafur, terdapat satu titik krusial yang menjadi nyawa perjalanan wisatawan: Langgur. Sebagai ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara, Langgur bukan sekadar tempat transit, melainkan awal dari seluruh pengalaman magis di Kepulauan Kei.
Nilai "Ain ni Ain" dan Keramahan Lokal
Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, menegaskan bahwa kekuatan utama Langgur terletak pada harmoni antara alam dan kehidupan sosialnya. Masyarakat setempat memegang teguh filosofi Ain ni Ain yang berarti "kita semua bersaudara".
"Nilai ini tercermin dalam keseharian warga, mulai dari interaksi di pasar tradisional hingga sikap terbuka masyarakat dalam menyambut pendatang. Keramahan ini adalah identitas dan warisan budaya yang kami jaga lintas generasi," ujar Thaher.
Setiap pelancong akan memulai petualangannya melalui Bandara Karel Sadsuitubun (LUV) di Desa Ibra. Dari jendela pesawat, wisatawan langsung disambut oleh bentang laut biru yang tenang, memberikan impresi pertama tentang ritme kehidupan kepulauan yang bersahaja namun memukau.
Destinasi Penunjang di Jantung Kota
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffi, menambahkan bahwa Langgur menawarkan destinasi yang tak kalah menarik dari pulau-pulau seberang. Salah satunya adalah Goa Hawang di Desa Letvuan, yang terkenal dengan air sebening kaca dan legenda lokal yang kuat.
"Langgur menyediakan fondasi perjalanan. Di sini, wisatawan bisa beristirahat, mengenal kehidupan lokal melalui pasar rakyat, serta menikmati ketenangan pesisir sebelum menyeberang ke destinasi lainnya," jelas Victor.
Tren Kunjungan yang Terus Meningkat
Kepercayaan diri Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bukan tanpa alasan. Data sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan kunjungan wisatawan yang signifikan. Puncak kunjungan terjadi pada periode Juli hingga Oktober, yang didorong oleh musim liburan dan penguatan promosi di kanal digital.
Wisatawan domestik masih mendominasi, namun jumlah pelancong mancanegara terus menunjukkan pertumbuhan pesat. Keragaman daya tarik mulai dari pantai, perairan dangkal, air terjun, hingga jalur trekking di pedalaman Kei Besar menjadi magnet utama.
Kampanye Strategis: KEI Indahan Indonesia
Untuk memperkuat branding wilayah, Pemkab Maluku Tenggara secara masif mengampanyekan slogan “INI LANGGUR, AWAL DARI #KEIndahanIndonesia”. Kampanye ini bertujuan menanamkan kesadaran publik bahwa setiap cerita indah di Kepulauan Kei selalu bermula dari Langgur.
"Kami ingin dunia mengenal Langgur sebagai bagian tak terpisahkan dari narasi perjalanan wisata di Kei. Ini adalah gerbang menuju surga wisata alam Indonesia," pungkas Thaher.
Dengan infrastruktur yang terus dibenahi dan komitmen menjaga kearifan lokal, Maluku Tenggara kini siap menyambut dunia, membuktikan bahwa keindahan Indonesia Timur dimulai dari keramahan di Langgur.(**)
