Dorong Ekonomi Kreatif: Maluku Tenggara Lindungi Karya Budaya dan Kuliner Lewat HAKI


Langgur, Lintas-Timur.co.id
-  Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus bergerak memperkuat sektor pariwisata dengan menopangnya melalui pengembangan ekonomi kreatif.

Langkah strategis utama yang dilakukan adalah pemberian perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi produk-produk unggulan daerah, mulai dari kuliner, kriya, karya seni, hingga warisan budaya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Viktor Emmanuel Budi Tovi Empar, saat membahas peran pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah dalam dialog publik RRI Tual.

Ia menjelaskan, ekonomi kreatif di Maluku Tenggara didominasi oleh tujuh belas subsektor, namun yang paling menonjol dan dikembangkan adalah kuliner, fesyen, kriya, serta videografi dan fotografi.

"Kita punya kuliner khas seperti Mbal yang sangat terkenal. Jika tidak kita lindungi lewat HAKI, dikhawatirkan suatu saat akan diklaim atau disalahartikan sebagai milik daerah lain.

Oleh karena itu, Dinas Pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM memberikan layanan ini secara gratis bagi pelaku usaha," jelas Budi.


Pemerintah daerah telah mendampingi sekitar 25 pelaku ekonomi kreatif dan seniman untuk mengurus sertifikasi HAKI.

Budi mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, seniman pencipta lagu, hingga pengrajin untuk datang ke dinas terkait guna mendapatkan fasilitasi tersebut.

Proses ini dilakukan melalui skema kerjasama pemerintah ke pemerintah (G to G) sehingga tidak membebani biaya pelaku usaha.

Selain perlindungan karya, pemerintah juga fokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pelatihan pemandu wisata dilakukan secara rutin bekerja sama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI).

Tak hanya itu, dukungan terhadap fasilitas umum juga terus ditingkatkan, seperti pembangunan toilet berstandar internasional bekerja sama dengan Asosiasi Toilet Indonesia, penyediaan tempat ibadah, hingga pengaturan kawasan parkir demi kenyamanan pengunjung.

"Kami prinsipnya kantor harus lebih banyak di lapangan. Kebijakan yang kita buat harus berdasarkan kondisi riil di lapangan agar tepat sasaran dalam mendukung UMKM dan ekonomi masyarakat," tegas Budi.

Untuk memudahkan akses informasi dan promosi, seluruh potensi wisata dan produk ekonomi kreatif Maluku Tenggara juga telah dimuat dalam platform digital dan jaringan layanan informasi yang terintegrasi di Bandara Karel Sadsuitubun dan situs resmi Diskominfo Kabupaten Maluku Tenggara.(**)


Lebih baru Lebih lama