Targetkan Wisatawan Kualitas: Maluku Tenggara Perkuat Promosi dan Kerjasama Internasional


Langgur,
Lintas-Timur.co.id -  Mengusung semangat "Kei Aman dan Ramah", Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Maluku Tenggara menyusun strategi promosi masif dan menjalin kerjasama lintas wilayah guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Kepala Dinas Pariwisata, Viktor Emmanuel Budi Tovi Empar, menyatakan pihaknya tidak mengejar pariwisata massal, melainkan pariwisata berkualitas (quality tourism) dan ekowisata.

Dalam wawancara di Pantai Ngurbloat, Budi memaparkan strategi pemasaran menggunakan pendekatan STP – Segment, Targeting, dan Positioning. Pemerintah memetakan segmen pasar domestik maupun mancanegara, serta menyasar kelompok usia Generasi Z, Milenial, hingga Alpha melalui platform digital kekinian.

Posisi Maluku Tenggara diletakkan sebagai "Surga Pantai Dunia", pembeda dari destinasi lain yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya.

"Kita bangun kerjasama penta helix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan pihak swasta".

Bahkan, saat ini sedang diinisiasi kerjasama Friendship City antara Langgur dengan Darwin, Australia, serta konektivitas penerbangan Darwin–Kei–Labuan Bajo. Jika terwujud, ini akan membuka akses wisatawan mancanegara lebih luas lagi," ungkap Budi.(**)

Data kunjungan wisatawan periode Januari hingga April 2026 mencatat adanya kenaikan meski belum terlalu signifikan, dengan jumlah 743 wisatawan asing.

Angka ini dipengaruhi oleh faktor musim kunjungan dan gejolak politik di kawasan Timur Tengah yang sempat mengganggu jalur penerbangan transit.

Puncak kunjungan wisatawan di Maluku Tenggara diprediksi akan terjadi pada bulan September hingga Desember.

Terkait agenda besar nasional, Budi menegaskan bahwa perpindahan pelaksanaan Sail to Indonesia ke Kota Tual tahun ini bukanlah pemisahan, melainkan bentuk kerjasama kawasan.

Bagi wisatawan, Maluku Tenggara dan Kota Tual adalah satu kesatuan geografis Kepulauan Kei. Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara pun siap menyambut peserta Sail dengan tetap mempromosikan daya tarik utama seperti Pantai Ngurbloat.

Salah satu kebanggaan terbesar adalah pelaksanaan Festival Pesona Matekei 2025 yang dinilai Kementerian Pariwisata sebagai acara luar biasa karena sepenuhnya melibatkan seniman dan talenta lokal.

Hal ini dijadikan rujukan studi banding bagi daerah lain, seperti Timika, karena mampu menggerakkan ekonomi lokal dengan anggaran efisien namun dampak masif.

"Pariwisata itu tugas kita bersama. Mari kita yakinkan dunia bahwa Kei is safe to visit. Keindahan Indonesia ada di sini, di Pulau Kei, Maluku Tenggara," tutup Budi dengan penuh optimis.(**)


Lebih baru Lebih lama