Mempertahankan Kualitas Data, DPPKB Maluku Tenggara Raih Juara 1 Tingkat Provinsi


Langgur, Lintas-Timur.co.id
- Kabupaten Maluku Tenggara kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat terbaik pertama tingkat Provinsi Maluku dalam hal pengelolaan data dan pelaporan program.


Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen tinggi dalam menjamin akurasi dan ketepatan waktu informasi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Maluku Tenggara, Hasyim Rengil, menyampaikan bahwa capaian gemilang ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim yang memastikan setiap data yang dikumpulkan akurat, terbarukan, dan tersusun secara sistematis.

"Keberhasilan ini merupakan keberhasilan bersama seluruh teman-teman di kantor KB maupun Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang berada di garis depan.

Ini semua berkat kerjasama serta kerja yang solid," ujar Hasyim Rengil dalam keteranganya pada Jumat 17/4/26.


Sistem Digital dan Ketepatan Waktu

Menurutnya, sistem yang diterapkan di DPPKB Maluku Tenggara berbasis digital melalui aplikasi SIGA (Sistem Informasi Keluarga), dalam sistem ini, ketepatan waktu menjadi kunci utama.


"Ada komitmen bersama antara BKKBN Kabupaten/Kota dengan BKKBN Provinsi bahwa setiap tanggal 5 bulan berjalan, data sudah harus masuk.

Oleh karena itu, teman-teman PLKB yang tersebar di 11 kecamatan harus bergerak cepat dan berkoordinasi intensif dengan petugas medis di Puskesmas," jelasnya.

Data yang wajib dilaporkan secara tepat waktu antara lain mencakup data pengguna alat kontrasepsi atau acceptor KB baru, hingga pemutakhiran data keluarga berisiko stunting yang dilakukan secara real time.

Hasyim juga menegaskan pentingnya pemahaman yang benar terkait data. Ia menjelaskan bahwa keluarga berisiko stunting berbeda dengan keluarga yang sudah mengalami stunting.

"Keluarga berisiko stunting itu adalah keluarga yang memiliki indikator tertentu, seperti ibu hamil, kondisi rumah yang tidak layak huni, maupun kualitas air yang belum memenuhi standar.

Ini berbeda maknanya dengan keluarga yang anggotanya sudah stunting," terangnya.

Ragam Program yang Didata

Selain data dasar, berbagai program pembinaan juga terekam dalam sistem tersebut, meliputi:

1. Bina Keluarga Balita (BKB)
2. Bina Keluarga Remaja (BKR)
3. Bina Keluarga Lansia (BKL)
4. Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UPPKS)
5. Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang menyasar siswa di tingkat SMP hingga SMA/SMK.

"Seluruh kegiatan dan data dari program-program di atas harus diinput ke dalam aplikasi SIGA agar monitoring dan evaluasi bisa berjalan maksimal," tambahnya.

Tantangan di Lapangan

Di balik prestasi gemilang tersebut, Hasyim Rengil mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi.

Salah satu kendala utama adalah koordinasi lintas sektor yang perlu terus diperkuat, terutama dalam hal sinkronisasi data antar instansi terkait.

"Kendala lainnya sering datang dari sisi teknis, di mana sistem aplikasi kerap mengalami maintenance yang terkadang menghambat proses penginputan dan pelaporan data," ungkapnya.

Meski demikian, dengan kedisiplinan dan semangat kerja yang tinggi, seluruh kendala tersebut dapat diatasi sehingga Maluku Tenggara berhasil tampil sebagai yang terbaik di tingkat provinsi.(**)

 

Lebih baru Lebih lama