Tolak Keras PT BBA/Haji Isham Operasi di Kei Besar Selatan, Pemuda Malra Siap Gelar Aksi Besar


Langgur,
lintas-timur.co.id - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Rizal Ohoitenan secara tegas menegaskan, untuk menolak operasi yang dilakukan oleh PT BBA atau yang dikenal juga dengan nama Haji Isham di Kecamatan Kei Besar Selatan.


Pernyataan ini disampaikan secara resmi kepada redaksi lintas-timur.co.id pada Minggu (22/3/2026).

Menurut Rizal Ohoitenan, PT BBA telah melakukan kegiatan operasional di wilayah Kecamatan Kei Besar Selatan selama beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi seluruh elemen pemuda dan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Kabupaten Malra.

khususnya dari organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

"Kami sebagai pemuda Malra tidak bisa tinggal diam melihat adanya operasi yang tidak diinginkan ini di wilayah Kecamatan Kei Besar Selatan.

Saya sebagai Ketua KNPI Malra mengambil sikap tegas: PT BBA harus segera menghentikan seluruh aktivitas operasionalnya di lokasi tersebut," tegas Rizal.

Ketua KNPI Malra menjelaskan bahwa keberadaan PT BBA di daerah tersebut dianggap tidak sesuai dengan kepentingan bersama masyarakat setempat, terutama pemuda yang memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan dan kesejahteraan wilayah.

Namun, ia belum menjelaskan secara rinci mengenai alasan mendasar penolakan tersebut, hanya menekankan bahwa masalah yang terjadi di Kecamatan Kei Besar Selatan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.


"Kita perlu mengajukan pertanyaan mendasar: apa sebenarnya yang sedang terjadi di Kecamatan Kei Besar Selatan hingga perlu adanya intervensi seperti ini?

Kami tidak akan menyalahkan tanpa dasar, namun operasi yang dilakukan PT BBA saat ini jelas tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan bahkan berpotensi mengganggu ketertiban serta kesejahteraan lokal," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rizal Ohoitenan mengajak seluruh pemuda di Kecamatan Kei Besar Selatan untuk bersatu dalam menghadapi kondisi ini.

Ia menegaskan bahwa persatuan hati dan tindakan bersama menjadi kunci penting dalam mewujudkan harapan agar PT BBA menghentikan seluruh aktivitasnya di daerah tersebut.

"Marilah kita sama-sama satukan hati dan tekad untuk melawan dan menolak keras keberadaan PT BBA di lingkungan kita, khususnya di Kecamatan Kei Besar Selatan.

Semua elemen pemuda dan OKP telah siap untuk melakukan aksi berskala besar jika permintaan kita untuk menghentikan operasi tidak segera ditindaklanjuti," jelasnya.

Rizal menambahkan bahwa aksi yang akan digelar bertujuan untuk menyampaikan suara aspirasi masyarakat dan pemuda secara damai namun tetap tegas.

Tim kerja dari berbagai organisasi pemuda juga sedang menyusun langkah-langkah konkret guna memastikan bahwa penolakan ini dapat memberikan dampak positif dan mendorong pihak terkait untuk mengambil tindakan yang tepat.

"Kami berharap pihak PT BBA maupun pemerintah daerah dapat segera merespons permintaan ini dengan baik.

Jika tidak, maka kami tidak memiliki pilihan lain selain untuk menggelar aksi yang telah kami siapkan guna memperjuangkan kepentingan masyarakat Malra," pungkasnya.(**)

Lebih baru Lebih lama