![]() |
Jakarta
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Di tengah tantangan ketergantungan fiskal dan pemangkasan dana transfer yang signifikan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara tidak berdiam diri. Bupati Muhammad Thaher Hanubun mengambil langkah strategis dengan prinsip "Bergerak, Menjemput Peluang", membuktikan bahwa daerah tidak bisa hanya menunggu, melainkan harus berani membuka akses pembiayaan dan kesempatan baru.
Berbagai kunjungan kerja serta workshop strategis bersama Badan Nasional Penanggulangan Kemiskinan (BNPP) dan Bappenas, yang juga menghadirkan lintas Kementerian dan Lembaga terkait, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah upaya konkret untuk membuka pintu akses program dan anggaran nasional demi kemajuan daerah.
Langkah diplomatik ini diperkuat melalui pertemuan langsung dengan sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, mulai dari Menteri Kebudayaan, Menteri Perdagangan, Wakil Menteri Sosial, hingga jajaran Dirjen Pariwisata dan Dirjen Perhubungan Laut.
Tidak ketinggalan, audiensi juga dilakukan ke RRI dan Mahkamah Agung, yang semuanya bertujuan mempertegas posisi serta kebutuhan pembangunan Maluku Tenggara di tingkat nasional.
Tidak hanya mengandalkan dana pemerintah, Bupati juga aktif mempromosikan daerah di forum APKASI untuk implementasi Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID).
Di sana, beliau bertemu langsung dengan investor nasional maupun asing, perbankan, hingga mempresentasikan potensi komoditas unggulan. Upaya ini membuka peluang sumber pembiayaan baru di luar APBD dan APBN.
Dari Wacana Menuju Eksekusi
![]() |
Yang paling penting, seluruh upaya ini langsung ditindaklanjuti dengan nyata.
Berbagai Kementerian dan Lembaga telah bergerak cepat hingga ke tahap persiapan teknis dan kelengkapan administrasi program prioritas nasional untuk Maluku Tenggara.
Ini menandakan bahwa semua usulan sudah masuk ke tahap eksekusi, bukan lagi sekadar wacana.
Dampaknya sudah mulai terasa nyata. Akses pembiayaan terbuka lebar, program-program pusat mulai masuk ke daerah, koordinasi dipercepat, hingga layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan mulai diperkuat secara bertahap.
Dengan fakta ini, terbukti bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Maluku Tenggara tetap mampu bergerak cepat menjemput program nasional dan memperkenalkan potensi investasi strategis.
Manfaat yang dihasilkan jauh lebih besar dibandingkan sekadar tantangan efisiensi yang harus dihadapi.
Prinsip Utama
![]() |
Maluku Tenggara memilih untuk tidak menunggu. Maluku Tenggara bergerak, menjemput peluang, dan memastikan negara hadir untuk rakyat.
"Efisiensi bukan berarti kita diam". Kami berprinsip, lebih baik bergerak membuka akses besar bagi rakyat, daripada diam dalam efisiensi yang tidak menghasilkan," tegas Bupati Tahir Hanubun.(**)


