
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Pemerintah Provinsi Maluku telah menyalurkan bantuan darurat kepada 450 jiwa pengungsi korban konflik dari Desa Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara.
Bantuan disalurkan melalui Dinas Sosial Provinsi Maluku kepada warga yang saat ini mengungsi di lokasi Ohoi Mar.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, R. Affandi Z. Hassannusi, menjelaskan bahwa penyaluran ini sesuai arahan Gubernur Maluku untuk segera menangani kebutuhan mendesak para pengungsi.
"Masyarakat yang mengalami musibah ini tidak membawa apa-apa saat mengungsi, sehingga kami berusaha menjawab kebutuhan sehari-hari mereka," ujarnya pada Minggu (29/4/2026).
Total bantuan yang diproyeksikan mencapai Rp354 juta dalam bentuk barang, diambil dari buffer stock atau persediaan logistik darurat gudang Dinas Sosial Provinsi.
Antara lain makanan, pakaian (baik biasa maupun untuk siswa SD, SMP, SMA), tenda, peralatan ibadah, serta family kit yang mencakup kebutuhan sandang, mandi, dan perlengkapan anak-anak.
Sebelum bantuan provinsi tiba, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.
"Stok di Malra kosong, sehingga kami meminta bantuan alokasi sementara dari Tual yang nantinya akan diganti dengan logistik provinsi," jelas Affandi.
Bantuan disalurkan dengan sistem By Name by Address, di mana daftar nama perorangan dan keluarga telah dibuat sebagai laporan tertulis kepada Gubernur Maluku dan Menteri Sosial.
Meskipun bantuan saat ini terbatas, pihaknya berkomitmen akan mengisi ulang persediaan jika penyelesaian masalah membutuhkan waktu lebih lama.
Selain bantuan barang, Gubernur Maluku juga secara pribadi memberikan uang untuk duka serta kepada imam yang mengungsi.
Kehadiran Gubernur bersama Forkopimda menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang terkena dampak konflik.
"Negara hadir di sini tanpa pengecualian," pungkas Affandi.
Data jumlah keluarga Keluarga (KK) yang pengungsi masih menunggu adanya pembaruan daftar terbaru.(**)