
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Menyusul peristiwa bentrokan antarkelompok yang terjadi di Ohoi Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara di bawah kepemimpinan Bupati Muhamad Thaher Hanubun secara tegas mengimbau masyarakat agar menahan diri dan menjaga situasi agar tetap kondusif.
Insiden yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan properti tersebut ditegaskan sebagai murni tindakan kriminal, sehingga penyelesaiannya harus diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
“Prinsip kami sangat jelas. Apa yang terjadi di Danar adalah masalah pidana. Oleh karena itu, kita percayakan sepenuhnya kepada polisi dan aparat keamanan untuk menindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Tidak perlu ada main hakim sendiri atau intervensi lain yang justru menghambat keadilan,” tegas Bupati Muhamad Thaher Hanubun dalam pernyataannya, Selasa (31/3/2026).
Bupati Thaher juga meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu liar yang mencoba mengaitkan kejadian ini dengan sentimen suku, agama, atau ras.
Ia menekankan bahwa stabilitas sosial di Maluku Tenggara adalah harga mati, terlebih saat ini wilayah tersebut sedang berada dalam momentum suci ganda bagi umat beragama.
Umat Muslim baru saja merayakan Idul Fitri dalam suasana sukacita, sementara umat Kristiani tengah khusyuk menjalani rangkaian Pekan Suci menuju Jumat Agung dan Paskah.
“Ini adalah momen yang sangat sakral".
Seharusnya, semangat Idul Fitri dan Paskah menjadi energi positif untuk saling memaafkan dan mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya.
Mari kita hormati kesucian momen ini dengan menjaga perdamaian,” ujarnya penuh harap.
Peringatan khusus juga disampaikan Bupati kepada pihak-pihak dari luar daerah, termasuk mereka yang mungkin datang dengan agenda tertentu.
Masyarakat diminta waspada terhadap potensi provokasi eksternal yang dapat memicu eskalasi konflik lebih luas.
“Ikatan kekeluargaan dan fam di Maluku Tenggara sangat kuat.
Kami berharap siapa pun yang datang dari luar tidak membawa pengaruh negatif atau api permusuhan.
Biarkan kami menyelesaikan masalah ini dengan kearifan lokal kami,” lanjutnya.
Dalam upaya menegakkan keadilan, pemerintah daerah mengajak masyarakat Ohoi Danar dan sekitarnya untuk berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan tersebut.
Partisipasi warga dinilai kunci untuk mempercepat proses penyidikan dan menangkap pelaku sebenarnya.
Bupati yang telah memimpin Malra selama dua periode ini juga mengajak warganya untuk kembali pada akar budaya mereka.
Filosofi “saling menjaga dan saling memiliki” (Ain Ni Ain) harus dihidupkan kembali sebagai perisai dari konflik.
“Dalam setiap kekerasan, tidak ada pemenang, yang ada hanyalah korban, baik kehilangan nyawa, harta benda, maupun luka batin yang mendalam.
Mari kita kembali ke jalan damai,” sesuai filosofi ain ni ain, it foing fokus, it Fauzan fo bang lu fatu, katanya.
Menutup pernyataannya, Thaher mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah masyarakat.
Ia meminta pengguna media sosial untuk tidak menyebarkan berita bohong (hoaks), foto-foto yang belum terverifikasi, atau opini yang dapat memanaskan suasana.
“Jangan menjadi corong kebencian. Jika ingin bersuara, sampaikanlah kata-kata yang menyejukkan, yang merangkul, dan yang mempersatukan saudara-saudara kita di Danar dan seluruh Maluku Tenggara,” tutup Thaher.(**)