
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Dalam rangkaian kegiatan ngabuburit dan silaturahmi bertajuk "Sinergi Menjaga Integritas Demokrasi" yang digelar di Sekretariat Bawaslu Maluku Tenggara, pihak pengawas pemilihan mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi pada Pilkada dan Pileg sebelumnya, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk berkontribusi dalam menyusun strategi penguatan pengawasan menjelang Pemilu 2029.
Dalam paparannya, Komisioner Bawaslu Maluku Tenggara sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipatif Masyarakat, Marselinus Hungan, menyampaikan bahwa meskipun telah dilakukan sosialisasi pengawasan pemilihan yang melibatkan berbagai pihak termasuk Politeknik STIA Langgur, toko-toko, dan pemerintah daerah, masih ditemukan celah yang dapat dieksploitasi akibat kurangnya dukungan dan pemahaman masyarakat.
"Kami mendapatkan informasi bahwa ada pejabat tinggi yang datang ikut kampanye di daerah, bahkan di kecamatan Sakra Timur Utara dan Barat yang sangat membutuhkan partisipasi masyarakat untuk mendukung proses pemilihan yang baik," ujar Marselinus.
Ia menambahkan bahwa terdapat laporan dari warga terkait adanya paksaan partisipasi, serta banyaknya laporan dari pasangan calon yang masuk mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 12.00 malam selama beberapa hari. Meskipun sosialisasi telah dilakukan secara luas, masih banyak desa yang mengalami kekurangan informasi dan kurang optimal dalam melaporkan hal-hal yang tidak sesuai ke kecamatan.
![]() |
"Masalah lain juga muncul dari intimidasi yang membuat penyelenggara di tingkat kecamatan terkadang ragu mengambil keputusan karena memikirkan keselamatan diri dan lingkungannya, bahkan terkadang ada tindakan yang keluar dari nalar," jelas Marselinus. Ia mengajak masukan terkait strategi yang mudah dipahami masyarakat agar mereka tidak ragu untuk melaporkan pelanggaran, dengan prinsip "bersama rakyat awasi Pemilu".
Sementara itu, di tempat yang sama, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Alwi Al-Hamid, menyatakan bahwa pihaknya siap menyerap masukan dan aspirasi dari seluruh peserta untuk membangun pemilihan yang lebih baik ke depan, khususnya untuk Kabupaten Maluku Tenggara Tengah.
"Kami berharap agar melalui masukan ini dapat membangun kepercayaan publik terhadap badan pengawas pemilihan umum," ujar Alwi. Ia menambahkan bahwa catatan kritis, poin-poin negatif, serta rekomendasi yang dihasilkan dari acara ini akan disampaikan ke Bawaslu RI terkait dengan evaluasi Pemilu 2024 dan perencanaan untuk tahapan pemilihan selanjutnya.(**)
