![]() |
Langgur, Lintas-Timur.co.id – Pulau Kei Besar, khususnya wilayah Kei Besar, secara tegas dinyatakan sebagai kekuatan dan garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, dalam sambutannya di Aula Gedung Putih Elat pada Selasa (03/03/2026), Ia menegaskan, posisi strategis pulau tersebut dalam kedaulatan negara.
Dalam acara penting ini, hadir pula Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Stepanus Laiyanan beserta jajaran, dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Maluku Tenggara. Kehadiran para petinggi daerah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan Kei Besar.
Bupati Hanubun menjelaskan bahwa penetapan Kei Besar sebagai pusat pelayanan kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar sesuai Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2015 bukan tanpa alasan. Pemerintah pusat menempatkan wilayah ini sebagai bagian integral dari penguatan pelayanan di kawasan depan negara.
“Pulau ini bukan sekadar wilayah administratif, tetapi merupakan kekuatan dan kebanggaan kita sebagai garda terdepan NKRI,” tegas Bupati, membakar semangat para undangan.
Lebih lanjut, Bupati menyinggung Peraturan Pemerintah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang telah menggarisbawahi pentingnya penguatan empat kecamatan di wilayah Kei Besar.
Namun, ia menyayangkan masih adanya satu kecamatan yang belum masuk dalam prioritas kelompok pengembangan tersebut, sebuah celah yang berpotensi menciptakan ketimpangan.
Dari mimbar terhormat, Bupati mengajak seluruh elemen, termasuk anggota DPRD, untuk bersatu padu memperjuangkan agar kecamatan yang tertinggal tersebut dapat segera menjadi perhatian dalam kebijakan pembangunan berikutnya. “Dari mimbar ini saya mohon doa dan dukungan kita semua. Mari kita berjuang bersama agar tidak ada wilayah yang tertinggal,” serunya penuh harap.
Fakta di lapangan memang menunjukkan adanya ketimpangan pembangunan, terutama pada infrastruktur jalan yang masih jauh dari merata dibandingkan dengan wilayah lain. Oleh karena itu, perjuangan untuk pemerataan pembangunan di Kei Besar menjadi prioritas utama guna mewujudkan kemajuan yang adil dan merata di seluruh pelosok NKRI.(**)
