
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Maluku Tenggara mengadakan kegiatan ngabuburit sekaligus silaturahmi bertajuk "Sinergi Menjaga Integritas Demokrasi" di Sekretariat Bawaslu Maluku Tenggara pada hari Senin (2/3).
Kegiatan yang menghadirkan berbagai pihak terkait ini bertujuan untuk menjalin kembali hubungan dan mengumpulkan masukan terkait kinerja pengawasan Bawaslu pada Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebelumnya, sekaligus merumuskan strategi penguatan tugas menjelang Pemilu 2029.
Materi disampaikan langsung oleh Ketua Bawaslu Maluku Tenggara, Richardo E. A. Somnaikubun. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari perguruan tinggi, media cetak dan elektronik, serta pihak yang terlibat langsung dalam pengawasan pada pemilihan sebelumnya.
Dalam paparannya, Richardo menyampaikan bahwa pada tahapan Pemilu, Bawaslu Maluku Tenggara telah menempatkan sebanyak 406 orang petugas pengawas, sedangkan pada Pilkada sebanyak 250 orang. Upaya pencegahan dilakukan dengan mengeluarkan 33 surat himbauan kepada stakeholder terkait dan 11 surat instruksi.
![]() |
Selain itu, Bawaslu juga memberikan saran perbaikan kepada KPU serta menjalin kerja sama dengan Politeknik Perikanan Negeri Tual dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Terkait penanganan laporan pelanggaran, terdapat 13 laporan terkait pergeseran suara pada Pemilu kemarin, 2 laporan saat pencoblosan, dan beberapa laporan lainnya. Penanganan laporan tersebut dilakukan dengan tujuan memastikan transparansi dan akuntabilitas proses pemilihan, dengan penelusuran hingga ke tingkat bawah jika diperlukan.
Richardo juga mengungkapkan tantangan dalam menangani pelanggaran money politik. Sebagai contoh, terdapat kasus penyebaran uang di Pasir Panjang yang awalnya diduga sebagai ajakan memilih calon tertentu, namun sebagian kasus tidak dapat dikategorikan karena tidak terdapat unsur ajakan atau melibatkan anak di bawah umur.
Kasus tersebut kemudian ditangani oleh Bawaslu Provinsi Maluku. Selain itu, pada Pemilu kemarin, Bawaslu menerima satu laporan dari kepolisian terkait dengan kecamatan tertentu yang tidak menemukan indikasi pelanggaran terkait kasus yang diajukan.
Pada akhir paparan, Ketua Bawaslu mengajak seluruh pihak untuk memberikan masukan dan ide terkait penguatan pengawasan pemilihan agar integritas demokrasi di Maluku Tenggara tetap terjaga dengan baik.(**)
