Kadisdik Malra: Bimtek BOS dan ARKAS Jadi Solusi Atasi Masalah Pelaporan Sekolah


Langgur, Lintas-Timur.co.id
– Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara bekerja sama dengan PT Erlangga menggelar Pelatihan Pengelolaan Dana BOS dan ARKAS bagi Kepala Sekolah, Bendahara dan Operator se-Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (7/7/2025).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Bin Raudah Arif Hanubun menekankan bahwa kegiatan ini sangat strategis untuk memperbaiki catatan-catatan penting terkait pelaporan dan pertanggungjawaban dana BOS tahun 2025 yang masih menyisakan PR.

"Kenapa harus ada pelatihan lagi padahal Juknis sudah ada? Karena kita masih lihat banyak masalah. Sampai ada Kepsek, Bendahara, Operator yang ditelepon, dimarahi, sampai dimohon untuk segera memasukkan laporan. Hari ini kita buat kegiatan ini dalam rangka itu," tegas Kadis.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Charlos Viani Rahantoknam, narasumber dari Inspektorat Pak Anis, dan Tim PT Erlangga Pak Muhidin yang hadir mendampingi.

Kadis juga memperkenalkan jargon baru bagi Kepala Sekolah Penggerak: KSP HEBAT MTH
H = Edukatif,
E= Berkarakter,
B = Adaptif,
A = Tangguh,
T= Hebat untuk Maluku Tenggara.

Beberapa Arahan Penting Kadis Pendidikan
Manfaatkan Dana BOS dengan Baik

"Negara sudah kasih anggaran besar dan konsisten setiap tahun. Sekolah tidak kena efisiensi. Tolong dimanfaatkan dan dikelola dengan baik untuk kebutuhan peserta didik dan operasional sekolah."

Perencanaan Berbasis Data
Perencanaan di ARKAS harus berbasis Raport Pendidikan. Jangan lagi buat perencanaan "tiba masa tiba akal". Materi ini akan disampaikan Ibu Fona.

Transparansi & Akuntabilitas
Mulai Tahap 2 pencairan BOS, Dinas tidak lagi mensyaratkan rekomendasi. Yang dipakai adalah SP3B - Surat Pengesahan Pendapatan Belanja dan Pembiayaan.

"Bawa laporan ke bidang. Kalau sudah sesuai, baru SP3B keluar. Ini untuk memastikan setiap rupiah dana BOS dipertanggungjawabkan sesuai ARKAS."

Catatan 2025
Ada 2 masalah besar tahun lalu:
Keterlambatan belanja buku 10% sesuai Permendiknas sehingga berdampak pada pencatatan aset.
Keterlambatan laporan pertanggungjawaban BOS di banyak sekolah.

Program Lanjutan
Setelah ini akan ada Bimtek untuk SMP, PAUD, Sekolah Penerima Afirmasi, TOT Vaskus, dan pembentukan Kelompok Belajar Guru. Pemkab instruksikan alokasi 10% dana BOS untuk mendukung Hari Belajar Guru.

Kadis Pendidikan juga menyoroti data SPM Pendidikan Malra 2025 yang masih "Belum Tuntas" di angka 58.21. Beberapa catatan: kualifikasi guru TK baru 16% S1/D4 dan angka putus sekolah masih sekitar 4.000 anak.

"Tanggung jawab kita besar. Jangan bosan kalau dipanggil. Mari berbenah, terus belajar. Keluar dari pelatihan ini harus bawa pulang komitmen dan hasil yang bisa diimplementasikan di sekolah," tutupnya.

Kegiatan ini akan berlanjut 3 hari ke depan dan ditutup dengan TOT Vaskus bagi guru-guru terpilih.(**)

 


Lebih baru Lebih lama