
Langgur, Lintas-Timur.co.id – Menyikapi kondisi geografis dan alam wilayah Maluku Tenggara, Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam menyampaikan empat arahan utama yang wajib diperhatikan oleh seluruh peserta KKN UGM dan Unpatti selama menjalankan tugas di lapangan.
Pertama, mengutamakan keselamatan diri sebagai prioritas utama. Wabup mengingatkan bahwa kondisi perairan dan cuaca di wilayah ini saat ini sering berubah-ubah, dengan gelombang tinggi dan arus laut yang kuat.
“Keselamatan tidak bisa ditawar. Hindari aktivitas di laut atau kegiatan berisiko tinggi kecuali benar-benar aman dan didampingi pihak berwenang. Nyawa dan keselamatan kalian jauh lebih berharga daripada keberhasilan program apa pun,” tegasnya.
Kedua, membangun komunikasi yang terbuka dan erat. Mahasiswa diminta menjalin hubungan baik dengan pemerintah desa, instansi terkait, dan warga setempat.
“Masyarakat bukan objek, melainkan subjek utama dalam pengabdian. Dengarkan aspirasi mereka, agar program yang disusun tepat sasaran dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.
Ketiga, aktif bersosialisasi dan menghargai budaya lokal. Maluku Tenggara memiliki kekayaan adat dan tradisi yang tinggi.
Wabup mengajak mahasiswa untuk ikut serta dalam kegiatan keseharian maupun acara adat sebagai bentuk penghormatan dan mempercepat proses penerimaan di tengah masyarakat.
Keempat, menjadi duta yang menjaga nama baik almamater dan daerah. Ia berharap peserta KKN dapat memberikan kesan positif, membangun kepercayaan, serta menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara kampus dan Maluku Tenggara ke depannya.
“Patuhi setiap arahan kepala desa dan camat. Jangan meremehkan tanda-tanda alam. Kami percaya kalian dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” pungkas Wabup Charlos.(**)