
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 di halaman Markas Komando Kodim 1503/Tual.
Bertindak selaku Inspektur Upacara sekaligus menyampaikan amanat resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya perekat persatuan dalam negeri, namun juga menjadi landasan kuat guna mewujudkan kedamaian dan keadilan bagi dunia.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, kegiatan ini dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, pejabat struktural, unsur TNI dan Polri, pimpinan organisasi perangkat daerah, hingga para camat.
Jalannya upacara berlangsung khidmat sesuai urutan acara, mulai dari persiapan pasukan, pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, hingga pembacaan doa sebagai penutup rangkaian prosesi.
Dalam amanat yang dibacakannya, Bupati Muhamad Thaher Hanubun menguraikan makna mendalam dari tema yang dipilih tahun ini.
Ia menyebut Pancasila sebagai penunjuk arah dan penopang kokoh keberadaan bangsa, terbukti mampu menyatukan ribuan pulau serta beragam suku dan budaya di tengah tantangan zaman, perubahan teknologi, maupun dinamika hubungan antarnegara yang penuh ketidakpastian.
"Pancasila adalah jangkar moral kita. Nilai yang terkandung di dalamnya juga sejalan dengan tanggung jawab konstitusional negara untuk mendukung tatanan dunia yang merdeka, damai, dan berkeadilan.
Semangat musyawarah dan persamaan hak yang kita miliki menjadi cara pandang dan kekuatan diplomasi untuk menjembatani perbedaan serta mengakhiri pertikaian di luar sana," ujarnya mengutip isi pidato resmi.
Menurutnya, pengamalan sila kedua yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab sudah terlihat lewat peran aktif Indonesia, seperti pengiriman pasukan perdamaian PBB dan upaya mendamaikan perselisihan di kawasan.
Hal itu membuktikan perdamaian sejati bukan sekadar tanpa peperangan, melainkan terciptanya keadilan yang dirasakan oleh seluruh umat manusia tanpa terkecuali.
Pihaknya juga mengingatkan agar Pancasila tidak sekadar menjadi lambang atau tulisan semata, melainkan dijadikan gagasan yang hidup dan diterapkan dalam tindakan nyata, terutama oleh generasi muda sebagai penerus bangsa.
Kepada seluruh pemangku jabatan dan pengambil kebijakan di daerah, ia berpesan agar setiap aturan dan program yang dibuat senantiasa berpihak pada keadilan sosial, menjamin hak warga masyarakat, serta memastikan tidak ada satu pun pihak yang tertinggal.
"Kita wajib menjaga dan memperkuat persatuan, menolak segala sikap yang tidak menghargai perbedaan serta paham yang dapat memecah belah.
Mari kita buktikan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang kuat karena iman dan nilai kemanusiaannya, serta bersatu berkat semangat persaudaraan," tegasnya menutup amanat.
Peringatan hari bersejarah ini berakhir dengan tertib dan khidmat, meninggalkan pesan kuat bagi seluruh peserta untuk terus menjaga nilai luhur tersebut sebagai identitas dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara.(**)