
Tual, Lintas-Timur.co.id - Kepala Kepolisian Resor Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, S.H., S.I.K., memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Apel Markas Komando Polres Tual, Senin (1/6/2026).
Dalam amanat yang dibacakannya, ia menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar catatan sejarah atau rumusan semata, melainkan jiwa bangsa serta pedoman hidup yang wajib dihayati dan dipraktikkan dalam setiap langkah tugas dan pengabdian seluruh anggota kepolisian.
Kegiatan berlangsung khidmat mulai pukul 08.00 hingga 09.00 Waktu Indonesia Timur, dihadiri oleh seluruh jajaran personel Polres Tual lengkap dengan tingkatan kepangkatan dan tugas masing-masing.
Susunan acara berjalan sesuai aturan dan tata cara seremonial kenegaraan, dengan penugasan jabatan antara lain AKP Sanrawali selaku Perwira Upacara, serta IPDA Alfredo Robertho Marten sebagai Komandan Upacara, didukung petugas dan pembaca naskah yang telah ditetapkan.
Pada inti amanat yang merupakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, disampaikan bahwa tanggal 1 Juni memiliki makna mendalam sebagai momen untuk meneguhkan kembali kesetiaan dan komitmen terhadap nilai-nilai luhur dasar negara.
“Pancasila adalah rumah besar yang menampung segala keberagaman bangsa ini. Di sana segala perbedaan suku, agama, ras, adat istiadat dan budaya bersatu dalam satu ikatan persaudaraan kebangsaan.
Kita belajar dan meyakini bahwa keberagaman itu bukan alasan atau peluang untuk terpecah belah, melainkan kekuatan besar yang menjadikan kita bangsa yang kokoh dan tangguh,” tegas AKBP Whansi Des Asmoro saat menyampaikan isi amanat.
Lebih jauh dipaparkan, dalam kerangka perencanaan dan pembangunan nasional menuju cita besar Indonesia Emas tahun 2045, penguatan serta pemantapan pemahaman dan pengamalan Pancasila menjadi salah satu poin utama dalam semangat dan arah kebijakan Asta Cita.
Kemajuan ekonomi, kecanggihan teknologi maupun penyempurnaan sistem pemerintahan tidak akan memiliki makna dan keberkahan apabila tidak bertumpu pada lima nilai utama:
Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Pihaknya juga mengingatkan bahwa saat ini tantangan terhadap keutuhan ideologi bangsa semakin nyata dan beragam bentuknya, mulai dari paham yang ekstrem, pemikiran yang radikal, sikap tidak saling menghargai perbedaan, hingga maraknya penyebaran informasi tidak benar atau berita bohong yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan perpecahan.
Oleh sebab itu, pembangkitan kembali semangat dan pemahaman mendalam mengenai dasar negara harus diterapkan di segala sisi kehidupan, termasuk saat memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjalankan tugas penegakan hukum, maupun saat berkomunikasi dan berinteraksi di ruang publik maupun dunia maya.
“Sebagai petugas negara dan penegak hukum, kita memiliki kewajiban utama menjadikan Pancasila sebagai panduan dan tolak ukur segala tindakan.
Nilai-nilai itu harus terlihat nyata dalam pelayanan yang adil, keterbukaan informasi, berpihak pada kebenaran dan kepentingan rakyat, serta menjaga ketenteraman dan persatuan di wilayah hukum Polres Tual,” tambahnya.
Upacara ditutup dengan harapan bahwa peringatan tahunan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, namun menjadi titik tolak penguatan tekad bersama untuk membangun negeri yang maju dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi namun tetap mulia akhlaknya, sejahtera serta merasakan keadilan, dan dihormati dunia karena keluhuran budi pekertinya.
Sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung, suasana terjaga aman, tertib, serta dipenuhi semangat cinta tanah air yang tinggi.(**)