
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, resmi melantik 45 pejabat administrator (Eselon III) dan pejabat pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara. Prosesi pelantikan dilaksanakan di Langgur pada Kamis (18/6/2026), sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola birokrasi, meningkatkan mutu pelayanan publik, serta mempercepat laju pembangunan di wilayah yang dikenal dengan semboyan Larvul Ngabal.
Pelantikan ini berlandaskan dua keputusan resmi Bupati, yakni Keputusan Nomor 821.23‑SK‑02‑2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan PNS dalam Jabatan Administrator, serta Keputusan Nomor 821.24‑SK‑01‑2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan PNS dalam Jabatan Pengawas. Kedua dokumen tersebut baru diterbitkan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), masing‑masing melalui Surat Nomor 29917/R/SATA.02.03‑ST/F.I/2026 tanggal 11 Juni 2026 dan Surat Nomor 30383/F/AK.02.03/SD/F.I/2026 tanggal 12 Juni 2026.
Rotasi dan penempatan jabatan kali ini menyentuh sejumlah posisi kunci di lingkungan pemerintah daerah.
Di antaranya: Pius Frids Diwot Wokanubun, S.Sos., M.Si., ditunjuk sebagai Camat Kei Kecil Timur; Ahmad Ingratubun, S.Kes., dilantik menjadi Direktur RSUD Karel Sadsuitubun; Benyamin Ohora, S.E., menjabat Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah; Ester Yuditwati Revo, S.Sos., dipercaya memegang jabatan Kepala Bagian Umum Setda; serta John Henry Indratugun, S.P., menjabat Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Maluku Tenggara.
Selain jabatan‑jabatan strategis tersebut, turut dilantik pula pejabat pada tingkatan Sekretaris Dinas, Kepala Bidang, Kepala Subbagian, Kepala Seksi, hingga pejabat pengawas di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Seluruh pejabat baru telah mengucapkan sumpah dan janji jabatan untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, mematuhi peraturan perundang‑undangan, serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan wewenang.
Dalam sambutannya usai prosesi pengambilan sumpah, Bupati Thaher Hanubun menegaskan pandangan mendasarnya mengenai makna jabatan di pemerintahan. Menurutnya, jabatan bukanlah penghargaan atau hadiah semata, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, bangsa, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, setiap pejabat dituntut mengedepankan dedikasi, loyalitas, profesionalisme, dan integritas tinggi.
“Disiplin adalah harga mati. Kehadiran tepat waktu, penyelesaian pekerjaan sesuai target, kepatuhan terhadap aturan, serta keteladanan bekerja adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi,” tegas Thaher di hadapan para pejabat dan undangan.
Keberhasilan pembangunan daerah, lanjutnya, tidak hanya bergantung pada kualitas kebijakan yang disusun, tetapi sangat ditentukan oleh bagaimana kebijakan itu dilaksanakan di lapangan.
Thaher meminta para pejabat menjadi penggerak birokrasi yang adaptif, cepat tanggap, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar setiap keputusan diambil berdasar data akurat dan kebutuhan nyata warga, bukan atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Konflik kepentingan dan penyalahgunaan kewenangan harus dijauhi demi menjaga kepercayaan publik.
Dalam kesempatan itu, Bupati menjelaskan adanya perubahan mendasar pada mekanisme pengisian jabatan saat ini dibandingkan tahun‑tahun sebelumnya.
Jika dahulu pelantikan bisa dilakukan lebih dulu baru dilaporkan ke pusat, kini seluruh usulan harus mendapat persetujuan BKN dan kementerian terkait sebelum pelantikan dilaksanakan.
“Prosesnya memang lebih panjang, namun ini ketentuan yang wajib kita patuhi. Saya berharap masyarakat mengerti bahwa pemerintah daerah bekerja sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Menutup arahannya, Thaher mengajak seluruh pejabat baru menjaga amanah yang diterima, membangun komunikasi yang baik antar‑tingkatan, serta memperkuat kerja sama lintas sektor.
“Jangan pernah mengkhianati daerah ini. Cintailah Maluku Tenggara dengan bekerja sungguh‑sungguh, ikhlas, dan bertanggung jawab. Nasib baik atau buruknya daerah ini adalah tugas kita bersama,” pungkas Bupati Thaher Hanubun.(**)