
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, melontarkan peringatan keras kepada seluruh petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 agar menjaga integritas dan tidak memainkan data.
Peringatan itu disampaikannya saat membuka sekaligus mencanangkan pelaksanaan sensus di Taman Lanmark Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (15/6/2026).
Acara tersebut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Tenggara serta 94 petugas sensus yang baru direkrut.
Dalam sambutannya, Hanubun menegaskan bahwa keakuratan data menjadi penentu arah pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
“Jangan sampai belum turun ke lapangan lalu duduk di rumah dan mengarang data. Jangan bikin laporan fiktif. Data yang salah akan mengorbankan masyarakat,” tegasnya.
Ia mengingatkan, para petugas telah mengucapkan janji yang disaksikan oleh tiga pilar kehidupan masyarakat Kei, yaitu Adat, Pemerintah, dan Agama.
Oleh karena itu, tanggung jawab moral yang diemban tidak hanya kepada negara, tetapi juga terhadap nilai-nilai budaya dan sosial yang dijunjung tinggi.
“Kalau sudah berjanji lalu ingkar, nanti pertanggungjawabannya kepada tiga pilar itu. Kerjalah dengan metodologi yang benar dan penuh tanggung jawab,” tambah Hanubun.
Menurutnya, di tengah tantangan ekonomi dan keterbatasan anggaran daerah, data yang valid dan akurat adalah kebutuhan mutlak. Setiap angka yang dihasilkan harus mencerminkan kondisi riil masyarakat dan pelaku usaha di lapangan.
Hasil sensus nantinya diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, melainkan fondasi strategis penyusunan kebijakan pembangunan.(**)