
Tual, Lintas-Timur.co.id - Kepolisian Resor Tual menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Tetap Bidang Lalu Lintas Simpatik Salawaku 2026 di Markas Komando Polres Tual, Senin (22/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal persiapan kekuatan personel serta sarana‑prasarana guna menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah hukum Polres Tual, khususnya menjelang rangkaian tahapan ajang Piala Dunia 2026.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, S.H., S.I.K., yang pada kesempatan tersebut membacakan amanat Kepala Kepolisian Daerah Maluku.
Turut hadir para Pejabat Utama Polres Tual, perwakilan instansi terkait, serta seluruh personel yang akan dilibatkan dalam operasi.
Mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Tahapan Piala Dunia 2026”, Operasi Simpatik Salawaku 2026 direncanakan berlangsung selama 10 hari.
Langkah ini diambil mengingat prediksi peningkatan mobilitas masyarakat yang berpotensi memicu pelanggaran, kecelakaan, hingga kemacetan di sejumlah ruas jalan utama.
Dalam amanatnya ditegaskan, operasi ini tidak berorientasi pada kuantitas penindakan, melainkan lebih mengutamakan pendekatan preemtif dan preventif berupa edukasi, himbauan, serta sosialisasi berkelanjutan.
Penegakan hukum dilakukan secara selektif, proporsional, profesional, dan humanis—terutama terhadap pelanggaran yang berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan.
Seluruh pemangku kepentingan juga diajak bersinergi menjaga kelancaran arus lalu lintas agar persiapan menjelang Piala Dunia 2026 berjalan terkendali sepenuhnya.
Sebagai panduan pelaksanaan, Kapolres Tual menyampaikan delapan arahan utama yang wajib dijalankan seluruh petugas:
1. Deteksi & Pemetaan Dini: Identifikasi akurat titik rawan pelanggaran, kecelakaan, dan kemacetan sebagai dasar penempatan kekuatan yang tepat sasaran.
2. Sinergi Lintas Instansi: Perkuat kerja sama dalam memetakan jalur padat dan kawasan wisata, serta pastikan kesiapan sarana penunjang lalu lintas.
3. Penyuluhan Humanis: Tingkatkan pembinaan kepada masyarakat secara langsung maupun lewat media cetak, elektronik, dan media sosial guna menanamkan budaya tertib jalan.
4. Pembatasan Kendaraan Besar: Sosialisasikan pembatasan operasional kendaraan barang, khususnya yang memiliki sumbu tiga atau lebih, demi menjaga kelancaran arus.
5. Pemeriksaan Kelayakan Kendaraan: Lakukan ramp check bersama instansi berwenang di titik strategis—cek administrasi, kondisi teknis kendaraan, hingga kesehatan pengemudi, utamanya angkutan umum dan wisata.
6. Perkuat Kehadiran di Lapangan: Tingkatkan frekuensi pengaturan, penjagaan, dan patroli di titik rawan agar masyarakat merasakan perlindungan nyata.
7. Beri Kepastian Usaha Angkutan: Tegas terhadap kendaraan pribadi yang beroperasi sebagai angkutan ilegal demi iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.
8. Maksimalkan ETLE & Edukasi: Gunakan alat bukti elektronik (statis/bergerak) serta penindakan langsung yang tetap berlandaskan keadilan dan unsur pembelajaran.
Menutup apel, Kapolres mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh pasukan. Diharapkan operasi ini membawa dampak positif nyata bagi terciptanya lalu lintas di wilayah Maluku yang aman, tertib, selamat, dan tetap mengedepankan semangat simpati.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi dan membimbing kita dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Seluruh rangkaian apel gelar pasukan berjalan aman, tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan.(**)