
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Program rumah subsidi KPR FLPP bukan sekadar bantuan perumahan biasa, melainkan fasilitas istimewa dari pemerintah pusat yang tidak akan ditemukan di produk perbankan komersial lainnya. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara, Carlos Viali Rahantoknam, S.H., M.Kn., saat membacakan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan sosialisasi di Aula Kantor Bupati, Selasa pagi.
Dalam arahannya mewakili Bupati Muhammad Thaher Hanubun, Carlos menjelaskan secara rinci keunggulan program ini guna menyakinkan masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, dan masyarakat berpenghasilan rendah, agar tidak ragu untuk segera berpartisipasi.
Menurutnya, program ini menjawab tantangan kebutuhan rumah layak huni atau backlog yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di daerah.
"Bapak Ibu sekalian, tidak pernah dalam sejarah ada fasilitas kredit seperti ini. Suku bunga tetap 5 persen sampai akhir masa cicilan, maksimal 20 tahun, tidak ada kenaikan, tidak ada fluktuasi. Uang muka pun sangat terjangkau dan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masyarakat kita.
Syarat pendapatannya pun sangat memungkinkan, maksimal Rp9 juta untuk lajang dan Rp11 juta bagi yang sudah berkeluarga, sehingga masih sangat terbuka peluang bagi eselon II ke bawah," papar Carlos dengan antusias.
Ia membandingkan dengan kredit konvensional yang biasa diambil masyarakat, di mana uang yang diterima akan habis begitu saja.
Berbeda dengan KPR FLPP, masyarakat menandatangi perjanjian kredit namun langsung mendapatkan aset berharga berupa rumah yang bisa dinikmati oleh anak cucu di masa depan. Bahkan, proses pembangunan dijamin aman karena rumah baru akan diserahkan dan ditandatangani jika fisik bangunan sudah 100 persen terbangun dan memenuhi standar.
"Kalau kredit biasa, tanda tangan dapat uang, uang habis. Kalau program ini, tanda tangan dapat rumah. Enam bulan proses pembangunan, Bapak Ibu sudah punya tempat tinggal. Ini perbedaan besar yang harus kita pahami bersama," tegasnya.
Carlos juga memastikan lokasi pembangunan di Desa Kolser menuju Namar merupakan kawasan unggulan. Lokasi tersebut tidak hanya dekat dengan pusat pemerintahan, namun juga memiliki pemandangan indah, aman, dan strategis.
Dukungan infrastruktur juga menjadi prioritas, di mana akses jalan, listrik, dan air bersih akan menjadi perhatian bersama pemerintah daerah dan pengembang, berbeda dengan pembangunan perumahan mandiri swasta yang seringkali terkendala fasilitas penunjang.
"Manfaatnya luar biasa, jangan sampai Bapak Ibu lewatkan. Rumah itu pondasi keluarga, dan program ini solusi cerdas untuk masa depan keluarga kita di Maluku Tenggara," imbuhnya.(**)