Total Gerai Koperasi Merah Putih Di Malra Dan Kota Tual 77 Titik, 6 Gerai Di Nyatakan Rampung, 50 Di Pasitikan Siap Akhir Juli 2026.


Langgur, Lintas-Timur.co.id
-  Pembangunan jaringan Koperasi Merah Putih di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara terus menunjukkan progres yang signifikan.

Faktanya, hingga saat ini, sebanyak 6 gerai koperasi telah rampung 100 persen dan sudah dapat di pastikan bisa beroperasi penuh sejak kegiatan peluncuran resmi pada 16 Mei lalu.

Komandan Kodim 1503 Tual, Letkol Infanteri Andi Agussalim, menyampaikan hal ini secara tegas saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, Senin (25/5/2026).

Ia merinci, secara keseluruhan terdapat 77 titik lokasi pembangunan yang menjadi tanggung jawab pengawasan pihaknya mencakup kedua wilayah daerah ini.

Dari jumlah keseluruhan tersebut, pihaknya memastikan percepatan pembangunan fisik, di mana sebanyak 50 titik dipastikan akan rampung dan siap beroperasi pada rentang bulan Juni hingga Juli tahun 2026. Sisa pembangunan lainnya akan diselesaikan segera setelahnya.

"Untuk wilayah lain yang masih dalam tahap pendataan, operasional baru diperkirakan berjalan paling lambat akhir Juli hingga Agustus mendatang.

Hal ini dikarenakan masih menunggu pengiriman sarana dan prasarana penunjang dari Agrinas Pangan Nusantara BUMN yang mendukung KDKMP berupa kendaraan roda dua, perlengkapan usaha, hingga peralatan penyejuk ruangan (AC) yang akan di distribusikan langsung ke desa-desa" guna percepatan, ungkap Agussalim.

Meski pembangunan fisik ditargetkan selesai tepat waktu, kesiapan operasional sepenuhnya bergantung pada ketersediaan dukungan sarana prasarana dari pusat.

Pihak Kodim bertugas memastikan pembangunan fisik berjalan cepat, sedangkan tahap operasional nantinya akan didampingi dan dikoordinasikan bersama dinas-dinas teknis terkait.

Diakuinya, terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan yang sempat menghambat laju pembangunan, karena tantangan utama adalah distribusi material bangunan.

Sebagian bahan seperti besi dan rangka bangunan harus didatangkan dari Pulau Jawa sebelum dikirim ke wilayah kepulauan, yang memakan waktu dan proses logistik cukup rumit.

"Kendala kedua terkait tenaga kerja. Khusus untuk pengerjaan atap, tenaga ahli di wilayah ini masih terbatas, sehingga kami harus mendatangkan tenaga pendukung dari luar, seperti Jawa dan Makassar.

Namun untuk pengerjaan struktur bawah dan bangunan utama, seluruhnya kami serap dari tenaga kerja lokal masyarakat setempat," jelasnya.

Terkait hal ini, Komandan Kodim 1503 Tual berharap seluruh elemen masyarakat dapat memahami kendala yang ada dan bersatu mendukung program prioritas Presiden ini.

Menurutnya, Koperasi Merah Putih adalah wadah strategis untuk membangkitkan ekonomi dari tingkat desa.

"Harapan kami satu: semua pihak harus bekerja sama dan bersinergi demi keberhasilan program ini".

Tujuannya jelas, membangun ekonomi dari desa, karan tidak mungkin program ini berjalan sukses jika ada pihak yang tidak mendukung, karena itu hanya akan menghambat proses yang sedang kami kerjakan bersama," tegas Agussalim.(**)


Lebih baru Lebih lama