
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara secara resmi membuka seleksi terbuka untuk mengisi 18 jabatan pimpinan tinggi pratama atau setara eselon II di lingkungan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan komitmen kuatnya untuk menempatkan birokrasi berbasis kompetensi, sekaligus melarang keras campur tangan politik, tim sukses, maupun pengangkatan berdasar kedekatan pribadi atau "Ordal".
Pernyataan tegas ini disampaikan Hanubun saat memimpin Rapat Pelaksanaan Program dan Kegiatan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026 di Ruang Rapat Kantor Bupati Maluku Tenggara, Senin (25/5/2026).
Ia mengingatkan seluruh calon peserta maupun pihak terkait, bahwa perekrutan kali ini murni mengedepankan sistem meritokrasi, di mana kemampuan dan integritas menjadi satu-satunya tolok ukur.
“Jangan pakai tim sukses", yang dibutuhkan dalam Pemerintah adalah orang yang bisa bekerja, bukan orang dekat".
Ketegasan ini penting, jangan tempatkan orang hanya karena dekat, tapi dia tidak punya kemampuan,” tegas Hanubun dengan lantang.
Lebih jauh, Hanubun secara terang-terangan mengaku tidak segan-segan menolak memberikan rekomendasi bagi pihak-pihak yang dinilainya belum layak atau hanya mengandalkan koneksi semata.
Bagi Bupati, rekomendasi pribadi tidak akan ada artinya jika calon tersebut tidak memiliki kapasitas memadai untuk memimpin dinas atau lembaga teknis daerah.
“Ada yang datang minta rekomendasi, tapi kalau saya rasa tidak layak, ya saya bilang terus terang. Saya tidak akan berikan rekomendasi untuk orang yang tidak mampu,” ungkapnya.
Seleksi terbuka ini telah mendapatkan persetujuan resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui surat tertanggal 20 Mei 2026.
Hanubun menegaskan, proses ini menjadi momentum krusial untuk merombak dan memperkuat birokrasi daerah dengan menempatkan pemimpin-pemimpin yang berjiwa pemecah masalah, bukan sekadar pengisi kursi jabatan.
“Pemerintah membutuhkan pejabat yang mampu menjadi solusi. Yang kita cari adalah orang kerja,” tandasnya.
Bupati juga memberi sinyal kuat terkait regenerasi birokrasi ke depan. Peluang yang sama akan dibuka luas bagi pejabat-pejabat muda yang dinilai memiliki energi segar, kompetensi tinggi, serta kemampuan eksekusi yang cepat dan tepat, selama memenuhi syarat dan prosedur yang berlaku secara objektif.(**)