Iksan Rumaf: Jangan Cuma Cari Harta tapi Tinggalkan Agama, Kunci Bahagia Keluarga Ada pada Keseimbangan


Tual,
Lintas-Timur.co.id – Kesalahan persepsi dalam mengejar kehidupan duniawi seringkali membuat manusia menjauh dari nilai agama, padahal keduanya saling berkaitan erat.

Hal inilah yang ditekankan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tual, Mohamad Iksan Rumaf, saat membuka kegiatan bimbingan keluarga dan ekonomi umat di Aula Kantor Kemenag Kota Tual, Rabu (20/5/2026).

Di hadapan para peserta, narasumber Moksen Hatim dari BAZNAS, serta para pejabat Bimas Islam, Iksan mengingatkan agar masyarakat tidak salah langkah dalam menempatkan prioritas hidup.

Ia menegaskan, seseorang tidak akan pernah mencapai kebahagiaan sejati jika hanya sibuk mengumpulkan kekayaan, namun mengabaikan perintah dan aturan Allah SWT.

"Jangan sampai kita hanya sibuk mengejar harta, tapi tinggalkan kewajiban kita kepada Allah. Perlu diketahui, ketika kita mulai menjauh dari nilai-nilai agama, maka Allah akan mengatur kehidupan kita menjadi terasa sulit dan berat.

Bahkan, seindah apa pun pasangan kita, sebanyak apa pun harta yang kita miliki, jika agama tidak dijadikan landasan, kehidupan akan tetap terasa berat dan penuh kesulitan," ujar Iksan dengan tegas.

Menurutnya, ekonomi memang sangat penting dan menjadi penopang utama kelangsungan hidup. Namun, harta dan kemewahan tanpa dibarengi keimanan dan ketaatan ibadah tidak akan membawa ketenangan.

Justru sebaliknya, semakin dekat seseorang dengan aturan agama, maka Allah akan melancarkan segala urusannya, termasuk urusan rezeki dan ekonomi keluarga.

"Ekonomi itu penting, itu fakta. Tapi ingat, ekonomi harus dibarengi dengan keimanan. Kalau kamu sudah jauh dari perintah agama, maka Allah berikan kehidupan yang sedikit susah.

Tapi kalau agama diutamakan, maka rezeki pun akan datang dengan cara yang berkah. Intinya, nikmat dan rezeki itu pemberian Allah, dan Allah memberikannya supaya kita taat, bukan supaya kita sombong atau lupa," tambahnya.

Pesan ini menjadi inti dari kolaborasi antara Kemenag Kota Tual dan BAZNAS dalam kegiatan bertajuk "Bimbingan Keluarga Sakinah Usia 0–10 Tahun dan Pemberdayaan Ekonomi Umat".

Iksan berharap, pembinaan ini dapat mengubah pola pikir masyarakat untuk menempatkan agama sebagai poros utama kehidupan.

Ia menutup sambutannya dengan pesan yang menyentuh hati, meminta seluruh peserta menjadikan apa yang dipelajari sebagai bekal berharga membangun rumah tangga.

"Jadikanlah agama sebagai poros kehidupan", karena ketika Allah sudah menjadi bagian utama dalam hidup kita, maka rezeki, ketenangan, dan kebahagiaan keluarga akan Allah berikan dengan cara yang paling indah dan berkah," pungkas Iksan Rumaf.(**)


Lebih baru Lebih lama