Keluarga Sakinah Menurut Kemenag Tual: Cinta, Keharmonisan, dan Rezeki Berjalan Beriringan dengan Ketaatan


Tual, Lintas-Timur.co.id
– Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tual bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tual menggelar kegiatan strategis bertajuk "Bimbingan Keluarga Sakinah Usia 0–10 Tahun dan Pemberdayaan Ekonomi Umat" di Aula Kantor Kemenag Kota Tual, Rabu (20/5/2026).

Acara ini dirancang khusus untuk membekali masyarakat dengan wawasan keagamaan yang kokoh sekaligus keterampilan dalam kemandirian ekonomi keluarga.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam dan BAZNAS ini menghadirkan narasumber dari BAZNAS Kota Tual, Moksen Hatim, yang didampingi oleh para anggota serta pejabat dari Seksi Bimas Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kota Tual, Mohamad Iksan Rumaf, menyampaikan pandangan mendalam mengenai hakikat membangun rumah tangga yang bahagia dan sejahtera.

Menurut Iksan, konsep keluarga sakinah bukan sekadar tentang kehangatan hubungan antar pasangan atau anggota keluarga semata, namun memiliki makna yang jauh lebih luas dan mendasar.

Ia mengaitkan kebahagiaan rumah tangga dengan prinsip Mawaddah, yaitu kasih sayang sejati yang berakar dari hal-hal baik dan indah.

"Selalu bergandengan tangan, cinta itu adalah Mawaddah. Mawaddah itu disandarkan dari hal-hal yang bagus. Di sana ada cinta, ada keharmonisan, ada keindahan, ada juga kelengkapan hidup berupa harta dan rezeki.

Namun perlu dipahami, segala sesuatu yang kita miliki itu datang atas kehendak Allah. Allah memberikan rezeki dan nikmat kepada kita supaya kita semakin taat kepada-Nya. Sebab, perintah agama dan rezeki itu senantiasa berjalan beriringan," tegas Iksan di hadapan para peserta.

Iksan menekankan bahwa rezeki dan nikmat yang diterima manusia sesungguhnya adalah sarana agar manusia semakin mendekat kepada Pencipta, bukan sebaliknya.

Jika keduanya diseimbangkan, maka keberkahan akan hadir dalam setiap aspek kehidupan rumah tangga.

Lebih jauh dijelaskan, fokus pembinaan pada keluarga dengan rentang usia anak 0 hingga 10 tahun dipilih karena pada masa inilah pondasi karakter anak dan keharmonisan pasangan sedang dibentuk. Ini adalah masa emas di mana pola asuh dan pengelolaan rumah tangga harus benar-benar kokoh.

Pemahaman agama yang benar ditambah kemampuan mengelola ekonomi menjadi dua kaki yang sama-sama penting agar keluarga bisa berdiri tegak, kuat, mandiri, dan penuh berkah.

Melalui kerja sama ini, Kemenag dan BAZNAS berkomitmen memberikan solusi nyata bagi umat: membentuk masyarakat yang tidak hanya saleh dalam ibadah, namun juga sejahtera secara materi, sehingga tercipta keluarga-keluarga sakinah yang menjadi kekuatan utama pembangunan daerah.(**)


Lebih baru Lebih lama