PROTES PEMINDAHAN SIDANG: Aliansi Keadilan Demo Lagi, Isu Sidang AT Pindah ke Ambon Hanya Lewat "Bisik Tetangga"


Tual, Lintas-Timur.co.id
  - Aliansi Keadilan yang memperjuangkan keadilan bagi korban pembunuhan Arianto Tawakal (AT) kembali menggelar aksi demonstrasi untuk kedua kalinya. Aksi ini merupakan bentuk penolakan dan respon keras atas keputusan pemindahan tempat sidang terdakwa, Mesias Siahaya alias MS, dari Kota Tual ke Ambon.


Sebagai informasi, almarhum AT tewas dibunuh oleh oknum eks Brimob bernama Mesias Siahaya menggunakan helm, saat korban sedang melintas di jalan raya usai melaksanakan shalat Subuh bersama kakak kandungnya yang juga menjadi korban penganiayaan.

Melalui proses hukum sebelumnya, pelaku MS telah dinyatakan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan dalam sidang kode etik, sehingga diputuskan diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH). Selanjutnya, eks Brimob tersebut diserahkan ke Polres Tual untuk diproses secara pidana umum atas tuduhan pembunuhan.

Namun, setelah proses penyidikan rampung, sidang justru dialihkan ke Kota Ambon. Keputusan ini diambil berdasarkan Surat Ketua Mahkamah Agung (MA) tertanggal 19 April 2026 dengan alasan utama pertimbangan keamanan daerah.

Tidak Ada dalam Notulensi, Info Hanya "Bisik-bisik"

Menurut informasi yang beredar, isu pemindahan sidang ini santer disebut pernah dibahas dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tual pada 26 Februari 2026. Namun faktanya, agenda tersebut tidak pernah dibahas secara resmi dan tidak tercatat sama sekali dalam notulensi rapat.

"Iya, pertemuan Forkopimda tanggal 26 Februari lalu tidak ada membahas soal pemindahan sidang MS. Informasi itu justru disampaikan setelah rapat selesai lewat cara berbisik-bisik atau istilahnya 'bisik tetangga'," tegas salah satu perwakilan dalam orasinya.

Aksi demonstrasi yang dilakukan di depan Markas Komando (Mako) Polres Tual ini diterima langsung oleh Kapolres AKBP Wanchi Des Asmoro, didampingi Wakapolres, Kabag Ops, serta jajaran perwira dan personil Polres setempat.

Lebih jauh, narasumber yang akrab disapa Domy menegaskan bahwa pertemuan tersebut juga tidak dihadiri oleh Kapolres Kota Tual, meskipun ada lampiran surat dari institusi Polres Tual.

Alasan Keamanan Dibantah, Kondisi Tual Dinilai Sangat Kondusif

Pihak pendemo menolak keras alasan pemindahan sidang dengan dalih kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang tidak kondusif. Mereka menilai alasan tersebut tidak berdasar dan merupakan kebohongan publik.

Hal ini dibuktikan dengan membaiknya situasi keamanan pasca-konflik antarwarga, yang ditandai dengan kegiatan silaturahmi dan kebersamaan seperti dendang sahur antara pemuda dan pihak kepolisian yang berlangsung aman dan tertib.

"Kami bantah keras jika dikatakan Kota Tual tidak aman. Bahkan masukan dari pihak intelijen yang menyebutkan kondisi daerah tidak baik-baik saja adalah tidak benar," ujarnya tegas.

Pihak keluarga dan massa juga menjamin penuh keamanan akan terjaga selama proses persidangan berlangsung di Tual. Hingga saat ini, situasi Kota Tual dinilai tetap aman, kondusif, dan tidak ada gejala kerusuhan maupun dendam yang berpotensi meledak.(**)

Lebih baru Lebih lama