
Langgur, Lintas-Timur.co.id – Kepolisian Resor Maluku Tenggara terus menjaga situasi tetap aman dan kondusif pasca konflik di Ohoi Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan.
Hal ini dijelaskan Kapolres Malra, AKBP Rian Suhendi, S.Pt, SIK, kepada media di halaman Kantor Bupati, Senin (6/4/2026).
Ada tiga fokus utama yang dilakukan kepolisian dalam penanganan kasus ini:
Pertama, pengamanan wilayah dengan mendirikan pos pengamanan. Personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk menjaga ketertiban.
Kedua, penegakan hukum terkait kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Hingga saat ini, proses hukum terus berjalan dan dua orang pelaku sudah diamankan untuk diperiksa.
Ketiga, kegiatan trauma healing bagi korban dan warga yang mengungsi. Termasuk untuk anak-anak, orang tua, dan lansia.
"Kita siapkan tim trauma healing yang kemungkinan turun minggu ini. Kita juga akan berkoordinasi dengan PPA dan pihak lain untuk memulihkan kondisi mental masyarakat," jelas Kapolres.
Kapolres menegaskan, konflik ini murni akibat tindakan pidana. Kejadian bermula dari spontanitas saat kedua pihak bertemu, hingga memicu bentrokan dan penganiayaan yang berujung kematian.
Dua pelaku yang ditahan sudah menjalani pemeriksaan. Keduanya diketahui sudah mengakui perbuatannya, sehingga proses hukum akan terus dilanjutkan.(**)