
Tual, Lintas-Timur.co.id - Kondisi kamtibmas di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual yang sempat mengalami konflik internal sejak Selasa (22/2) malam jelang bulan Ramadhan, kembali pecah pada Rabu (23/2/2026). Kali ini, serangan tidak hanya terjadi antar warga, melainkan juga menyasar aparat kepolisian yang menjaga pos netral.
Wakapolres Tual Kompol. Rony Ferdy Manawan S.Sos, MH, mengkonfirmasi kepada media bahwa pos penjagaan yang dikelola anggota Polres Tual telah dilempari bom molotov oleh kelompok yang diduga berasal dari warga Kampung Fiditan Lama.
Tak lama kemudian, bantuan personil Polres Tual tiba di lokasi kejadian, diikuti oleh Kapolres Tual AKBP. Whansi Des Asmoro S.I.K, serta pasukan bantuan dari TNI Kodim 1503 yang dipimpin langsung Dandim 1503 Letkol Infanteri Agus Salim.
Berbeda dengan konflik sebelumnya yang menggunakan busur dan panah wayer, pada malam kedua ini pelaku juga menggunakan bom molotov dalam menyerang. Aparat kemudian melakukan langkah penanganan dengan tembakan peringatan dan penggunaan gas air mata untuk menghambat aksi perlawanan warga.
Dalam peristiwa tersebut, sejumlah warga mengalami luka akibat bentrokan dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Maren H. Noho Renuat dan Hingga berita ini diterima, jumlah dan identitas korban warga belum dapat diidentifikasi secara pasti.
Selain dari pihak warga, dua anggota Polres Tual juga menjadi korban. Bripda Yahya Refra mengalami luka pada lengan kanan akibat kena tembakan senapan angin, sedangkan Bripda Moh Afrian Sukipno terkena serangan panah di bagian kepala. Namun, kondisi Bripda Moh Afrian lebih ringan karena panah tersebut terhalang oleh helm yang dikenakannya.
Kondisi wilayah konflik berhasil dikendalikan sekitar pukul 12.30 WIT, dan lokasi kini berada dalam keadaan aman dan terkendali. Menurut sumber yang diperoleh, posko pengamanan akan segera diaktifkan kembali untuk mencegah kemungkinan terjadinya konflik susulan antara warga Kampung Fiditan Lama dan Kampung Baru.(**)