
LANGGUR, LINTAS-TIMUR.CO.ID - Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, melantik 11 pejabat Eselon II lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara di Aula Kantor Bupati, Kamis (8/10/2026).
Dalam amanatnya, Bupati menegaskan pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan pemberian mandat untuk bekerja lebih profesional dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bupati menekankan lima hal utama kepada para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru dilantik maupun yang sudah menjabat. Pertama, penguatan manajemen organisasi — setiap pimpinan harus mampu memimpin, menetapkan prioritas, mengelola anggaran, menyelesaikan masalah, dan tidak hanya datang melapor tanpa solusi.
Kedua, penguasaan bidang tugas. Masing-masing dinas memiliki fokus spesifik: pendidikan mengutamakan peningkatan mutu, pertanian tidak sekadar menyalurkan bantuan tanpa pengawasan, Dinas PMD memperkuat Ohoi, serta Inspektorat diminta menjadi penjaga kualitas pemerintahan yang hadir lebih awal, bukan sekadar mencari kesalahan setelah terjadi.
Ketiga, sinergi lintas sektor. Pembangunan tidak mengenal batas dinas. Bupati mengingatkan agar meninggalkan ego sektoral dan bekerja sama demi tujuan bersama. Keempat, semua program harus berlandaskan RPJMD 2025–2029. Anggaran bukan tujuan, melainkan instrumen — yang dinilai bukan berapa persen terserap, tetapi apa hasil dan manfaatnya bagi warga.
Kelima, jujur dan loyalitas yang benar.
"Saya lebih menghargai pejabat yang menyampaikan masalah secara jujur sekaligus menawarkan solusi, daripada yang selalu berkata semuanya baik-baik saja padahal di baliknya kacau balau," tegas Bupati Thaher.
Bupati juga menegaskan loyalitas kepada aturan dan kepentingan masyarakat, bukan kepada pribadi pimpinan. Saudara boleh berbeda pendapat di ruang diskusi, namun begitu keputusan diambil, semua harus bergerak satu arah.(**)