
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Daerah (MAPAMDA) Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 dilaksanakan pada Rabu (8/7/2025) pukul 14.00 WIT di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Jalan Langgur, Debut, Kecamatan Kei Kecil.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk membangun sinergi dan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan air bersih yang aman, layak, dan sehat.
Acara dihadiri sekitar 70 orang undangan, meliputi Bupati Maluku Tenggara Drs Hi. Muhamad Thaher Hanubun, M.Si; Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, S.H., M.Kn.; Walikota Tual yang diwakili Asisten 1 Drs. Usman Borut, M.M; Ketua Umum Pengurus Pusat Perpamsi Drs. H. A. Teddy Setiabudi, M.T; Plt. Sekda Maluku Tenggara Rasyid S.Sos., M.Si; serta perwakilan instansi militer, kejaksaan, kepolisian, Ketua DPD Perpamsi Provinsi Maluku Calvin Devry Tahamata, SE., M.Si, pimpinan OPD, manajemen Perumda Air Minum Tirta Evav Sejahtera dan Perumda Air Minum Maren, hingga tokoh agama, adat, dan masyarakat.
Rangkaian acara berjalan tertib: dimulai dari pembukaan, penyanyian Lagu Indonesia Raya dan Mars Perpamsi, doa, pidato, sambutan, sesi foto bersama, pemberian cenderamata, hingga ditutup pada pukul 16.00 WIT.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Pusat Perpamsi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan kesepakatan pada Forum Dunia Air di Bali.
Transformasi kelembagaan perusahaan air minum daerah menjadi sangat penting seiring pembahasan Rancangan Undang-Undang Air Minum dan Sanitasi.
Ia menegaskan bahwa selama ini sektor pelayanan air bersih belum memiliki payung hukum khusus, sehingga undang-undang baru diharapkan dapat menampung seluruh aspirasi serta melindungi keberlangsungan usaha dan mutu pelayanan di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Bupati Maluku Tenggara secara resmi membuka musyawarah ini dan menekankan bahwa air bersih bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan hak asasi manusia yang telah diakui Majelis Umum PBB sejak tahun 2010.
Mengutip data WHO, setiap investasi satu dolar AS di sektor air bersih akan menghasilkan manfaat ekonomi antara empat hingga dua belas dolar AS, meliputi pengurangan biaya kesehatan, peningkatan produktivitas, serta kemudahan akses pendidikan.
“Bagi kami, pelayanan air bersih adalah investasi kemanusiaan. Di Maluku Tenggara, Perumda Air Minum Tirta Evav Sejahtera bahkan telah meraih predikat PDAM Sehat berkat pengelolaan profesional dan dukungan kebijakan daerah,” ujarnya.
Parameter keberhasilan yang paling nyata adalah kepuasan pelanggan: air mengalir terus-menerus, memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta tarif yang sepadan dengan kualitas layanan.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menyatakan kesiapannya menjadi mitra aktif demi mewujudkan keputusan strategis yang bermanfaat bagi jutaan warga Maluku. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.(**)