
Saumlaki, Lintas-Timur.co.id - Tanimbar mendadak jadi sorotan menjelang peletakan batu pertama Proyek Strategis Nasional Blok Masela. Kota Saumlaki yang biasanya tenang berubah sibuk: transportasi padat, hotel penuh, dan ribuan orang memadati Desa Lermatang untuk menyaksikan acara bersejarah ini.
Persiapan di lahan 5,5 hektar terlihat matang sehari sebelum ground breaking. Tenda-tenda megah sudah berdiri, panggung VVIP dan pusat media siap, sementara Forkopimda Provinsi Maluku meninjau seluruh kesiapan, termasuk jalur evakuasi dan pengamanan tamu VVIP.
Dukungan teknis juga lengkap: PLN UP3 Saumlaki menjamin pasokan listrik, dan helipad di Lermatang digenjot untuk mobilitas rombongan Presiden. Tim teknis Inpex dan aparat keamanan bekerja sama memastikan acara berjalan lancar.
Warga setempat menyambut hangat; pedagang merasakan kenaikan omzet dan tokoh adat hadir dengan pakaian tradisional. Seorang tetua mengatakan mimpi puluhan tahun kini mulai terwujud, dan masyarakat berharap proyek memberi manfaat jangka panjang.
Pemda dan masyarakat berharap investasi besar ini menjadi penggerak ekonomi baru, menyerap tenaga kerja lokal, dan meningkatkan kesejahteraan Tanimbar. Dengan pengamanan ketat dan persiapan teknis, 16 Juli 2026 dipandang sebagai awal transformasi Tanimbar menjadi pusat energi di Indonesia Timur.(JSW).