"Resmikan Taman Doa Kristus Raja Semesta Alam", Bupati Thaher: Pemerintah, Agama, dan Masyarakat Adalah Tunggak Kuat Pembangunan


Langgur,
Lintas-Timur.co.id - Bupati Maluku Tenggara, Drs. Hi. M. Thaher Hanubun, meresmikan Taman Doa Kristus Raja Semesta Alam yang berada di lingkungan Stasi Santo Antonius De Padua, Samawi, Kecamatan Kei Kecil Timur pada Jumat (29/5/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Thaher menekankan makna mendalam dari keberadaan tempat ibadah dan doa ini, serta menegaskan pentingnya persatuan antara unsur pemerintahan, nilai agama, dan kekuatan masyarakat.

"Dalam bahasa Kei ada ungkapan foing fo kot, maknanya adalah menyatukan dan mengikat tiga kekuatan besar: pemerintah, agama, dan masyarakat.

Ketiga unsur ini bila disatukan menjadi satu kesatuan yang kokoh, akan lahir kekuatan dahsyat yang menjadi dasar utama dalam membangun daerah dan tempat kita ini menjadi lebih baik," ungkap Bupati Thaher menjelaskan filosofi persatuan.

Ia mengapresiasi wujud bangunan yang berdiri megah dan indah tersebut, namun mengingatkan bahwa keindahan fisik bukanlah segalanya.

Nilai utama dan manfaat sesungguhnya baru akan terasa sepenuhnya apabila tempat ini benar-benar dimaknai dan dimanfaatkan sebagaimana tujuan pendiriannya.

"Taman doa ini bukan sekadar bangunan megah atau tempat indah untuk dikunjungi semata. Lebih dari itu, tempat ini adalah ruang pertemuan dan penghubung antara manusia dengan Penciptanya.

Di sinilah orang datang membawa rasa syukur, membawa harapan hidup, membawa pergumulan beban hati, serta segala permohonan dan doa. Di tempat inilah, yang gelap mendapat penerangan, yang gelisah menemukan ketenangan, yang lemah mendapatkan kekuatan baru, dan yang putus asa kembali memperoleh harapan untuk melanjutkan hidup," urainya.

Dalam kesempatan itu pula, Bupati menyampaikan permohonan maaf secara pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah, karena berhalangan hadir saat proses peletakan batu pertama pembangunan gereja yang dilaksanakan pagi harinya.

Menurutnya ketidakhadiran itu tidak mengurangi rasa memiliki, dukungan, maupun makna kebersamaan yang erat antara pemerintah dan umat beragama.

Bupati Thaher juga mengungkapkan keakraban dan kebiasaan dirinya yang kerap melewati dan hadir di lokasi ini, terutama setiap tanggal 7 September saat diperingati Hari Nenek Sak Sakmas, sebuah tradisi dan peristiwa penting yang selalu dijaga kelestariannya di wilayah tersebut.

Menyikapi rencana pembangunan gedung gereja yang akan menjadi tahap selanjutnya, Bupati memberikan sinyal dukungan nyata dari pemerintah daerah. Meski pembangunan utama bersumber dari sumbangan dan partisipasi umat maupun donatur, pemerintah berkomitmen turut hadir membantu sesuai kemampuan anggaran daerah.

"Saya belum melihat rincian usulan dan rencana yang disampaikan, namun dari gambaran yang ada, nanti kami akan siapkan dan salurkan bantuan dengan kisaran nilai antara 500 juta hingga 1 miliar rupiah, sebagai wujud kebersamaan kami membangun tempat ibadah dan rumah bagi umat," tegasnya di hadapan jemaat dan para suster yang hadir.

Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan permohonan doa restu dari seluruh umat dan para rohaniwan, agar dirinya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan dalam mengemban amanah memimpin daerah hingga akhir masa jabatan.

Ia pun berharap keberadaan taman doa ini membawa berkah, bukan hanya bagi umat di Samawi semata, namun menjadi tempat penyejuk hati dan tujuan rohani bagi seluruh umat Katolik di wilayah Maluku Tenggara.

"Semoga tempat ini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan, membawa manfaat luas serta kedamaian bagi kita semua," pungkasnya. (**)


Lebih baru Lebih lama