
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan operasionalisasi 1.061 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui pertemuan daring menggunakan aplikasi Zoom, pada hari Kamis, 16 Mei 2026.
Salah satu lokasi yang menjadi pusat kegiatan ini berada di Desa Danar Lumefar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya (Malra), Provinsi Maluku.
Acara yang dimulai pukul 11.30 WIT ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para pemangku kepentingan terkait.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Malra, Charlos Viali Rahantoknam, S.H., M.Kn., Kasiopslat Lanud D. Dumatubun Kapten Lek Aprilman, Pasiterdim 1503/Tual Kapten Inf. Adrijal H., Kasubsi II Intel Kajari Malra Mhd. Walid Ramadhan Nasution, S.H.,
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Umar Hanubun, S.Pd., Kepala Dinas Perikanan Ruslan Abdul Gani Ingratubun, SE., MEc.dev, Camat Kei Kecil Timur Selatan Irwan Raharusun, S.Sos., serta Raja Famur Danar Abdul Gani Hanubun.
Selain itu, turut hadir para Penjabat Kepala Desa beserta perangkat dari Desa Danar Lumefar, Ohoitom, Ohoiseb, dan Uf, serta sekitar 70 orang tamu undangan dari masyarakat setempat.
Dalam sambutannya melalui konferensi video, Presiden Prabowo menegaskan bahwa momen ini merupakan langkah penting bagi perekonomian rakyat.
Ia menyebut koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan gerakan ekonomi berlandaskan kekeluargaan dan keadilan sosial.
“Pemerintah akan terus mendukung pengembangan koperasi melalui kebijakan yang berpihak, akses permodalan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Namun, keberhasilan tetap bergantung pada integritas, profesionalisme, dan semangat gotong royong.
"Jadikan koperasi ini modern, transparan, akuntabel, dan mampu bersaing tanpa meninggalkan nilai luhur bangsa,” ujar Presiden.
Lebih lanjut, Kepala Negara juga mengaitkan keberadaan koperasi ini dengan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, hasil pertanian dan perikanan warga desa akan menjadi pasokan utama untuk program tersebut, sehingga uang negara dapat berputar di desa dan meningkatkan pendapatan petani serta nelayan.
Koperasi ini juga diharapkan mampu memutus rantai perantara dan pinjaman berbunga tinggi yang merugikan rakyat.
“Koperasi harus dikelola jujur dan diawasi ketat. Banyak koperasi gagal karena korupsi atau salah kelola, jangan sampai hal itu terulang,” tegasnya.
Setelah sesi pengarahan dan sambutan secara daring, kegiatan dilanjutkan dengan seremonial peresmian secara langsung.
Pukul 14.30 WIT, Wakil Bupati Malra melakukan pemotongan pita sebagai tanda resmi beroperasinya KDMP di Desa Danar Lumefar.
Kegiatan kemudian ditutup pukul 14.50 WIT dalam keadaan aman dan tertib, diharapkan keberadaan gerai ini menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Malra.(**)