Meriah! Peringatan Hardiknas di Maluku Tenggara Digelar di Stadion Maren Langgur



Langgur,
Lintas-Timur.co.id - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara digelar dengan penuh semangat dan kemeriahan. Acara tahunan ini dipusatkan di Stadion Maren, Kota Langgur, pada Jumat, 2 Mei 2026.


Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Wakil Bupati Charles Viali Rahantoknam yang mewakili Bupati Muhamad Thaher Hanubun. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga membacakan teks Pancasila.

Sementara itu, jabatan Komandan Upacara diemban oleh Camat Kei Besar Selatan Barat yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala BKKBN Maluku Tenggara, Hasim Rengil.

Rangkaian upacara juga dimeriahkan dengan pembacaan ikrar pelajar yang dibawakan oleh Nadya Safwa Hamid, siswa kelas 7 SMP Negeri Satu Atap Tenbuk/Denwet, Kecamatan Kei Kecil Timur.

Adapun pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 dilakukan oleh Theresia Lesomar, guru dari SMP Budi Mulia Langgur.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang memukau. Sebanyak 100 siswa dari gabungan Taman Kanak-Kanak (TK) menampilkan tarian yang enerjik.

Tidak kalah menarik, siswa dari jenjang SD dan SMP mempersembahkan atraksi musik tipa dan Tarian Sawat, sebuah tarian tradisional yang biasa ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan.

Salah satu daya tarik utama adalah pementasan drama kolosal yang mengangkat legenda perjalanan Nen Dit Sak Mas. Sosok yang dijuluki Lar Vul Nga Bal ini dikenal sebagai ratu pertama yang meletakkan dasar hukum Hawear Bal Wirin atau yang kini dikenal sebagai Sasi.

Legenda ini bukan sekadar dongeng, melainkan catatan sejarah perjuangan beliau dalam memperjuangkan hak-hak kaum perempuan di Kepulauan Kei serta pembagian wilayah yang dikenal dengan tradisi "Kerbau Siw".

Acara ini dihadiri oleh Forkopimda, Anggota DPRD, Sekretaris Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama, Para Raja, jajaran OPD, Komisioner KPU dan Bawaslu, serta berbagai tokoh masyarakat.

Melalui perayaan ini, tergambarkan kondisi Kabupaten Maluku Tenggara yang aman, kondusif, dan harmonis, jauh dari isu ketidakamanan yang beredar di media sosial maupun media massa lainnya.

Sebagai bentuk kebersamaan, seluruh peserta tampil mengenakan pakaian adat. Hal ini mencerminkan filosofi masyarakat setempat, "Ain Ni Ain, Hira Mehe Yanan Ubun", yang bermakna satu ikatan dengan yang lain, karena semua berasal dari satu anak cucu, serta semangat persatuan tanpa memandang perbedaan.(**)

Lebih baru Lebih lama