Kendala Armada dan Karyawan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tual Imbau Masyarakat Atur Waktu Pembuangan Sampah



Tual, Lintas-Timur.co.id
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tual, Jamal Renhoat, mengungkapkan sejumlah kendala yang menghambat proses pengangkutan sampah di wilayah Kota Tual dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui WhatsApp pada Jumat (13/3/2026). Kendala utama meliputi kerusakan armada akibat usia yang sudah tua dan penyesuaian jumlah karyawan setelah pengumuman Surat Keputusan (SK) Karyawan Tahun 2026.


Renhoat menjelaskan bahwa sebagian besar armada pengangkut sampah sudah memasuki usia produktif akhir, sehingga sering mengalami kerusakan. Dari total armada yang seharusnya beroperasi, saat ini hanya bisa dijalankan 5 kendaraan.

Padahal, pengelolaan sampah dibagi menjadi 9 kelompok kerja dengan alokasi 3 kendaraan per kelompok, yang membuat kapasitas pengangkutan menjadi terbatas.

Selain masalah armada, pengumuman SK Karyawan Tahun 2026 juga berdampak pada pelayanan. Beberapa karyawan yang sudah bekerja bertahun-tahun tidak mendapatkan perpanjangan kontrak, sehingga jumlah tenaga kerja yang tadinya harus 67 orang menjadi kurang.

Saat ini pihaknya sedang menunggu kedatangan karyawan baru dan juga mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali beberapa karyawan lama yang kontraknya tidak diperpanjang untuk memenuhi kebutuhan kelompok kerja.

"Untuk satu minggu terakhir ini, pelayanan memang terpengaruh setelah pengumuman SK tersebut. Selain itu, ada juga kasus karyawan mobil sampah yang meninggal dunia, yang semakin memperparah kondisi," ujarnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas Lingkungan Hidup mengimbau masyarakat agar hanya membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) pada malam hari hingga pagi hari, yaitu mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Hal ini dilakukan agar proses pengangkutan dapat berjalan lebih lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat yang bekerja pada siang hari.

Renhoat juga menyampaikan bahwa beberapa TPS dengan volume sampah besar terkadang mengalami keterlambatan pengangkutan. pihaknya bahkan harus mengoperasikan armada dari pagi hari untuk mengangkut sampah dari berbagai titik seperti Pasar Masrum hingga sekitar Masjid Raya.

Beberapa titik yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat sudah kembali beroperasi normal, meskipun ada sebagian area yang sementara ditutup dan membuat masyarakat mencari alternatif pembuangan.

Untuk menjaga kebersihan lingkungan menjelang hari raya, pihaknya akan tetap menjalankan operasional armada, termasuk pada malam takbiran dan hari lebaran. Karyawan dari berbagai latar belakang agama, baik Katolik maupun Muslim, akan bergantian menjalankan tugas sesuai dengan jadwal ibadah masing-masing.

"Harapan kami adalah masalah ini dapat menjadi tanggung jawab bersama. Kami memohon dukungan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama pada siang hari. Selain itu, kami juga mendorong pemilahan sampah di rumah tangga, seperti memisahkan sampah plastik, botol minuman, dan lainnya agar dapat dilakukan proses daur ulang," tandasnya.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam program kerja bakti dan Indonesia Asri yang diadakan setiap Selasa dan Jumat, serta mengelola sampah secara mandiri untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.(**)

 

Lebih baru Lebih lama