Pelaku Pembakaran Mushola Di Ohoi Hako Ditangkap dalam 24 Jam


Langgur, Lintas-Timur.co.id
- Polres Maluku Tenggara berhasil menangkap pelaku pembakaran bangunan yang rencananya akan dijadikan mushola di Ohoi Hako dalam waktu 1x24 jam. Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi, S.Pt, S.I.K., didampingi Kasat Reskrim Polres Maluku Tenggara IPTU Barry Talabessy S.Pd, S.H., M.H., menyampaikan informasi ini dalam пресс-релиз pada hari Jumat, 20 Februari 2026, pukul 10.00 WIT.


Terduga pelaku, S.R. alias Soleh, ditangkap setelah melakukan pembakaran tempat ibadah yang sedang dibangun. Motif pelaku adalah karena melarang pembangunan mushola yang akan digunakan selama bulan Ramadhan. Meskipun sudah ditegur beberapa kali, pembangunan tetap dilanjutkan oleh warga setempat.

Pada tanggal 18 Februari 2026, pukul 10.00 WIT, S.R. alias Soleh yang merasa kesal datang membawa tiga jerigen berisi Bahan Bakar Minyak (BBM). Ia menyiramkan BBM tersebut ke lantai bangunan dan melemparkan botol berisi BBM ke lantai papan yang ditutupi karpet. Akibatnya, bagian belakang bangunan ludes terbakar.

Warga Ohoi Hako berhasil memadamkan api sehingga kebakaran tidak meluas. Setelah melakukan aksinya, S.R. alias Soleh langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Tim Gabungan Satreskrim Polres Maluku Tenggara dan Polsek Kei Besar Selatan dengan cepat melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi serta mengamankan S.R. alias Soleh pada siang hari tanggal 18 Februari 2026.

Setelah melalui proses penyidikan intensif, S.R. alias Soleh ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pembakaran yang membahayakan keamanan umum pada tanggal 19 Februari 2026. Tersangka dijerat dengan Pasal 308 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara selama 9 (sembilan) tahun.

Polres Maluku Tenggara berkomitmen untuk mewujudkan dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di bulan Ramadhan dengan melakukan kegiatan preventif maupun penegakan hukum terhadap berbagai perilaku kekerasan yang meresahkan masyarakat. Dukungan dari seluruh komponen masyarakat diharapkan dapat menciptakan kedamaian dan ketentraman di Bumi Evav.(**)

Lebih baru Lebih lama