
Tual, Lintas-Timur.co.id - Dalam siaran pers akhir tahun yang berlangsung di Aula Janunaraga Polres Tual pada Rabu (31/12/2025), Kapolres Tual AKBP. Adrian S.Y. Tuuk, S.I.K beserta Kabag OPS Kompol H. Arif Jaya, Kasat Serse Iptu Aji Prakoso dan Kasi Humas Abdul Hamid Mahhu, menjawab berbagai pertanyaan dari jurnalis terkait penanganan kasus keamanan, operasi khusus, serta tantangan dalam penanggulangan narkoba dan kerugian anggaran negara.
Tanggapan Terhadap Dugaan Kerugian Anggaran Negara
Saat ditanya terkait laporan informasi mengenai kemungkinan kerugian atau penyalahgunaan anggaran negara yang masuk dari kota maupun kabupaten terkait, Kapolres menyatakan bahwa pihaknya terus memantau dan akan melakukan koordinasi mendalam dengan pihak pendidikan serta auditor terkait. "Kita tidak pernah mengabaikan persoalan seperti ini dan selalu melakukan penanganan untuk menyelesaikan setiap indikasi yang muncul," jelasnya.
Operasi Khusus dan Pengamanan Perayaan Natal-Tahun Baru
Pihak Polres Tual telah melaksanakan serangkaian operasi khusus, termasuk razia pekat dan operasi penegakan hukum di berbagai titik strategis. Dalam operasi terkait barang yang masuk melalui laut, pihaknya pernah menangkap 39 orang yang terlibat dalam pengiriman barang yang dicurigai tidak sah, yang kemudian akan diserahkan ke pelabuhan terkait.
Untuk pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, Polres Tual menyiapkan 8 pos pengamanan dengan perkuatan personil sebanyak 30% dari Brimob, 10 personil dari pihak terkait, serta dukungan 5% dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Pos-pos tersebut berada di wilayah pelabuhan, serta lokasi gereja seperti Gereja Maranatha, Simpang, dan Gereja Sion, dengan tujuan memberikan kemudahan dan keamanan bagi jamaah yang melaksanakan ibadah.
"Kegiatan ibadah malam Natal direncanakan dimulai sekitar pukul 06.58 WIB, dan seluruh personil siap siaga selama 30 menit sebelum dan sesudahnya, sesuai dengan situasi yang berkembang," tambah Kapolres.
Tantangan Penanggulangan Narkoba
Dalam sesi tanya jawab terkait penyebaran narkoba, Kabag Ops mengakui bahwa hingga saat ini belum ada alat pendeteksi yang memadai untuk mendeteksi narkoba yang masuk melalui laut maupun udara. Pihaknya masih menggunakan metode manual dan dukungan anjing pelacak narkoba, meskipun ketersediaannya masih terbatas dan biaya perawatan cukup mahal.
"Kita telah menangkap beberapa tersangka yang terlibat dalam perdagangan dan penggunaan narkoba. Ada kategori pemakai dan pengedar – untuk pemakai kita fokuskan pada rehabilitasi, sedangkan pengedar akan kita proses secara hukum," ujarnya.
Menurut Kapolres, sebagian besar narkoba yang beredar di wilayah Tual dikirim dari luar daerah seperti Surabaya dan Jakarta, meskipun ada indikasi juga adanya produksi lokal. Pihaknya terus berupaya untuk mengungkap sumber dan tempat pembuatan narkoba, serta memutus rantai distribusi yang telah berlangsung selama tahun 2024-2025.
Saat ditanya terkait kekuatan daya tahan anggota dan dampak bagi anak-anak, Kapolres menyatakan bahwa pihaknya terus memperhatikan kesiapan personil dan melakukan edukasi agar masyarakat dapat mengenali dampak buruk narkoba yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari sakit mendadak hingga kerusakan kulit dan organ vital.
Pesan Penutup
Pada akhir sesi, Kapolres mengucapkan selamat memasuki tahun baru 2026 dan berharap agar kebersamaan dapat berjalan dengan baik. "Jika ada hal yang kurang pas, silakan sampaikan dengan cara yang baik dan menghargai satu sama lain, jangan langsung mengambil kesimpulan negatif," pungkasnya.(**)