Clemens Welakubun: Rangkaian HUT RI ke-81 Mengalirkan Semangat Persatuan dan Partisipasi Seluruh Warga Maluku Tenggara


LANGGUR, LINTAS-TIMUR.CO.ID
- Ketua Panitia Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Kabupaten Maluku Tenggara, Clemens Welakubun, sampaikan kesiapan sekaligus kegiatan yang dirancang untuk membangkitkan semangat kebangsaan, persatuan, dan kebersamaan di seluruh penjuru wilayah.

‎Hal ini di sampaikan Welakubun usai pelepasan peserta gerak jalan indah yang di lepas langsung oleh Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun  pada Rabu (12/8/2026).

‎Clemens menjelaskan bahwa salah satu kegiatan khas yang digelar adalah Touring Kebangsaan, dimana Peserta yang berkeliling membawa bendera merah putih di atas kendaraan bermotor akan menyambangi desa-desa.

‎Di setiap rumah yang belum memasang bendera, bendera tersebut diserahkan dan dipasangkan bersama warga sebagai tanda persatuan yang menyeluruh.

‎Kegiatan ini dirangkaikan dengan gerakan penghijauan, yang seluruh peserta touring diimbau secara sukarela membawa bibit pohon yang tahan terhadap kondisi cuaca panas, seperti bibit kelapa, untuk ditanam bersama di desa-desa yang dikunjungi.

‎Sebagian bibit pohon unggul seperti jati putih juga disiapkan untuk ditanam bersama unsur Forkopimda sebagai simbol pelestarian alam dan pembangunan yang berkelanjutan.

‎“Peserta dari kalangan siswa berjumlah 30 orang, dan untuk melengkapi formasi standar, kami melibatkan personel TNI dan Polri, jumlah tetap terjaga sesuai ketentuan pemerintah,” jelasnya.

‎Panitia juga menjajaki dukungan dan donasi secara sukarela dari berbagai pihak, mulai dari desa-desa, SPBU, hingga pelaku usaha.

‎Bantuan berupa hadiah tidak bernilai besar, namun menjadi wujud partisipasi dan penghargaan tulus bagi para pemenang lomba, sebagian pihak telah mengonfirmasi kesiapannya untuk berkontribusi.

‎Clemens pun menyampaikan harapan besar agar semangat kemerdekaan merata terasa hingga ke pelosok desa.

‎“Kami berharap seluruh masyarakat, dari setiap Ohoi dan desa, ikut membersihkan kampung, memasang umbul-umbul merah putih, menaikkan bendera, dan menggelar lomba-lomba di tingkat desa.

Terlihat kini desa-desa mulai ramai dengan lomba voli, futsal, dan berbagai pertandingan lain. Semangat ini harus terus tumbuh untuk membangun persatuan, persaudaraan, nasionalisme, dan patriotisme di hati seluruh warga Maluku Tenggara,” tegasnya.

‎Diharapkan, rangkaian kegiatan ini menjadi gerakan awal yang membangun partisipasi masyarakat secara menyeluruh, menjadikan peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan perwujudan jati diri bangsa yang bersatu dan bergotong royong.(**)

‎ 


Lebih baru Lebih lama