‎"Sidak Mendadak Bupati Thahe": Disiplin Kunci Pelayanan, Pimpinan OPD Diminta Berani Bertindak atau Mundur


LANGGUR, LINTAS-TIMUR.CO.ID
- Bupati  Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengecek langsung kedisiplinan dan kinerja seluruh jajaran aparatur, pada Kamis 24/7/26

‎baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

‎Dalam sidak tersebut, Bupati menyampaikan rekapitulasi kehadiran yang menunjukkan rendahnya tingkat kehadiran di beberapa instansi:

‎- Dinas Pariwisata: 29 pegawai, hanya 16 orang hadir
‎- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil: 14 pegawai, 12 hadir, 2 tidak hadir
‎- Bidang Perbatasan: 11 pegawai, 6 hadir, 5 tidak hadir
‎- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol): 31 pegawai, hanya 12 hadir, 21 tidak hadir
‎- Kesatuan Satuan Daerah: 21 pegawai, 8 hadir, 5 tanpa keterangan
‎- SDN Polisiatan: 30 pegawai, 10 hadir, 20 tidak hadir tanpa keterangan
‎- Bidang Pendapatan Daerah: 33 pegawai, hanya 4 hadir, 8 tidak hadir

Pimpinan Harus Jadi Teladan, Bukan Sekadar Jabatan

‎Menyikapi data tersebut, Bupati Thaher Hanubun menyampaikan teguran tegas. “Jika pimpinan OPD saja tidak mampu menegakkan disiplin terhadap stafnya, lebih baik mengundurkan diri,” tegasnya.

‎Ia menegaskan disiplin harus berjalan dari atas ke bawah (top down), bukan sebaliknya. “Pemimpin itu bukan sekadar jabatan yang menempel, tapi harus menjadi contoh. Jika pemimpin tidak bisa memberi teladan, wibawanya hilang dan tidak bisa menegur bawahannya,” ujarnya.

‎Kehadiran, kata Bupati, bukan sekadar urusan absensi, melainkan fondasi pelayanan publik yang berkualitas.

‎Ketidakhadiran tanpa izin sah, keterlambatan, atau meninggalkan tempat kerja sebelum waktunya adalah pelanggaran yang akan ditindak tegas sesuai aturan.

‎“Jika sampai 10 hari tidak hadir tanpa kabar, gaji akan ditahan dan dipotong sesuai peraturan yang berlaku.”

Renungan Bakti untuk Maluku Tenggara


Bupati mengajak seluruh aparatur merenungkan kembali tugas pokoknya. “Tanyakan pada diri sendiri: apakah saya sudah berbakti kepada bangsa dan negara melalui Kabupaten Maluku Tenggara yang kita cintai ini?”

‎Ia juga mengingatkan keterkaitan antara kedisiplinan dengan peningkatan pendapatan daerah. “Kita mengandalkan pendapatan daerah untuk pembangunan. Bagaimana mungkin pendapatan naik jika orang yang mengurusnya saja tidak hadir dan tidak disiplin?”

‎Meski kondisi ekonomi daerah sedang terbatas, pemerintah tetap akan memberikan apresiasi, kesempatan pendidikan dan pengembangan karir bagi pegawai yang berdedikasi tinggi dan bekerja dengan baik.

‎Sebagai penutup, Bupati mengajak seluruh jajaran membangun budaya kerja baru yang profesional. “Mari kita layani masyarakat dengan tulus.

‎Cukup dengan senyuman dan pelayanan yang baik, itu sudah menjadi bentuk kebaikan yang berharga bagi warga yang datang mencari pelayanan kita.”(**)

‎ 


Lebih baru Lebih lama