
Langur, Lintas-Timur.co.id - Bupati Muhammad Thaher Hanubun menegaskan tiga strategi utama untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang unggul di Maluku Tenggara. Penegasan ini disampaikan saat apel pagi yang dihadiri seluruh ASN, Kamis (12/2/2026), sebagai upaya meningkatkan efektivitas, responsivitas, dan kecepatan pelayanan publik.
Didampingi Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam dan seluruh Pimpinan OPD, Bupati Hanubun menyampaikan refleksi mendalam mengenai harapan Presiden Prabowo Subianto terhadap ASN. "Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan nasional membutuhkan tiga pilar keunggulan: ASN yang unggul, tentara yang unggul, serta polisi dan intelijen yang unggul," ujarnya.
Bupati Hanubun menekankan pentingnya peran ASN sebagai pilar utama dalam mewujudkan birokrasi yang responsif, efektif, dan cepat. Ia mengutip arahan Presiden Prabowo mengenai transformasi layanan publik melalui pendekatan digital, penguatan koordinasi antar lembaga, dan kontribusi maksimal ASN dalam mencapai target pembangunan nasional.
Mengacu pada pesan Menteri PANRB Rini Widyantini, Bupati Hanubun merumuskan tiga strategi utama untuk membangun ASN unggul di Maluku Tenggara:
1. Kompetensi Digital: ASN harus memiliki kemampuan teknologi yang mumpuni untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman.
2. Inovasi Berkelanjutan: ASN harus menjadi problem solver dan mendorong budaya inovasi di setiap unit kerja.
3. Berorientasi pada Pelayanan: ASN harus menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama, melayani dengan hati melalui teknologi maupun interaksi langsung.
Bupati Hanubun juga menyoroti pentingnya birokrasi yang bersih dan peningkatan kompetensi ASN secara berkelanjutan. Ia mengajak seluruh ASN untuk bercermin dan menerjemahkan arahan Presiden Prabowo ke dalam konteks Maluku Tenggara.
"Responsif, artinya ketika Ombudsman menunjukkan pelayanan kesehatan kita zona merah, kita tidak diam. Efektif, artinya setiap rupiah APBD harus menghasilkan dampak nyata. Cepat, artinya indikator-indikator tata kelola yang belum terukur harus segera kita ukur," tegasnya.
Bupati Hanubun juga mengingatkan potensi besar Maluku Tenggara sebagai daerah yang kaya akan sumber daya laut dan pariwisata. Ia mengajak seluruh ASN untuk mematahkan kutukan sumber daya (resource curse) dengan menjadikan kekayaan alam sebagai berkah melalui birokrasi yang unggul.
Di akhir amanatnya, Bupati Hanubun menyampaikan tiga komitmen yang diharapkan dari seluruh ASN Maluku Tenggara:
1. Jadikan evaluasi kinerja sebagai diagnosis, bukan rapor.
2. Wujudkan arahan Presiden Prabowo tentang birokrasi yang responsif, efektif, dan cepat dalam kerja harian.
3. Patahkan kutukan sumber daya dan buktikan bahwa kekayaan alam Maluku Tenggara bisa menjadi berkah.
"Saya ingin setiap ASN Maluku Tenggara menyadari bahwa kita bukan bekerja di daerah biasa. Tanggung jawab kita lebih besar, karena potensi kita lebih besar," pungkasnya.(**)