‎Ohoira Jadi Pusat Konsolidasi Rohani, Bupati Malra Bacakan Pesan Gubernur Maluku di Pembukaan MPP XXXVII GPM


LANGGUR, LINTAS-TIMUR.CO.ID
— Gereja Protestan Maluku (GPM) mencatat sejarah penting saat Sidang Majelis Pekerja Pusat (MPP) ke-37 untuk pertama kalinya digelar di Ohoira, Klasis Pulau-Pulau Kei Kecil, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara. Acara pembukaan yang berlangsung khidmat ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai penjuru wilayah pelayanan GPM di Provinsi Maluku maupun Maluku Utara.
‎
‎Mewakili Pemerintah Provinsi Maluku, Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun hadir dalam kesempatan istimewa ini dan membacakan sambutan resmi Gubernur Maluku berdasarkan mandat yang dikirimkan melalui telegram.
‎
‎Kehadirannya menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap terselenggaranya agenda strategis gereja yang melibatkan perwakilan dari 34 klasis dan 34 daerah pelayanan.
‎
‎Dalam sambutannya, disampaikan bahwa sidang bukan sekadar pertemuan rutin organisasi, melainkan momen konsolidasi rohani dan strategis untuk memperkuat persekutuan, mengevaluasi kinerja pelayanan, serta merumuskan langkah-langkah gereja yang lebih responsif terhadap dinamika kehidupan bermasyarakat saat ini.
‎
‎Sinergi Gereja dan Pemerintah Kunci Kesejahteraan Bersama
‎
‎Salah satu penekanan penting dalam pesan tersebut adalah perlunya mempererat sinergi antara gereja dan pemerintah. Ditekankan bahwa kerja sama ini harus terwujud dalam tindakan nyata, bukan sekadar seremonial.
‎
‎"Gereja berperan membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, sementara pemerintah bertanggung jawab atas pembangunan dan pelayanan publik. Kepedulian terhadap pendidikan, persoalan sosial, kehidupan keluarga, serta pemeliharaan toleransi menjadi tugas bersama dalam membangun masyarakat yang damai dan sejahtera," demikian isi pesan tersebut.
‎
‎Diharapkan Melahirkan Terobosan Baru
‎
‎Sidang MPP XXXVII GPM yang berlangsung di Bumi Larwul Ngabal ini diharapkan mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang menjawab kebutuhan jemaat sekaligus tantangan zaman.
‎
‎Para peserta diharapkan dapat memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperluas kontribusi nyata gereja bagi kehidupan sosial kemasyarakatan di Maluku dan Maluku Utara.
‎
‎Dengan terpilihnya Ohoira sebagai tuan rumah sidang, diharapkan lahir semangat baru yang semakin memperkokoh komitmen bersama menjaga kerukunan, persaudaraan, dan kemajuan bersama di wilayah Maluku Tenggara dan wilayah GPM pada umumnya.(**)
‎
‎ 
‎
‎


Lebih baru Lebih lama