
Langgur, Lintas-Timur.co.id - Sebanyak 104 guru di lingkungan Kabupaten Maluku Tenggara mengikuti ujian akhir Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura (FKIP Unpatti) Ambon.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Grand Vilia Hotel Langgur, Rabu (1/7/2026).
Ujian ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dekan FKIP Unpatti beserta seluruh jajaran, guru besar, dosen, ketua program studi, tenaga kependidikan, dan tim penguji yang telah bersedia hadir melayani para pendidik di daerah ini.
"Kami sangat memahami perjalanan yang tidak mudah yang harus ditempuh Bapak dan Ibu dari Ambon hingga ke sini, menyeberang laut dan tiba hingga larut malam.
Kami juga menyadari kenyamanan yang tersedia belum sebanding dengan fasilitas di kampus. Atas hal tersebut, kami menyampaikan permohonan maaf, mengingat pemerintah daerah saat ini sedang menghadapi kebijakan efisiensi anggaran," ujar Bin Raudha Arif Hanoeboen.
Ia menegaskan kehadiran tim penguji dari Unpatti merupakan bukti nyata dedikasi dan semangat pengabdian untuk kemajuan pendidikan di Maluku Tenggara.
Dari 104 peserta yang mengikuti ujian ini, berasal dari berbagai program studi, antara lain Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Jasmani, Pendidikan Masyarakat, Bimbingan dan Konseling,
Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, hingga Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Bin Raudha Arif menyebutkan, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2025 menunjukkan angka ketuntasan kualifikasi guru di Maluku Tenggara baru mencapai 58,21 persen.
Angka ini menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
"Kehadiran guru dari berbagai disiplin ilmu ini menunjukkan peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh.
Kami sangat berharap ke depannya kerja sama ini dapat diperkuat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan guru Bimbingan dan Konseling yang saat ini masih sangat minim di daerah ini," tambahnya.
Kepada para peserta ujian, ia menyampaikan kebanggaan yang mendalam, terutama bagi guru yang tidak lama lagi akan memasuki masa purna bakti namun tetap bertekad menyelesaikan pendidikan sarjana.
Menurutnya, hal ini menjadi teladan nyata bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia.
"Kami mengajak Bapak dan Ibu guru untuk mengikuti ujian ini dengan tenang, jujur, dan penuh tanggung jawab.
Tunjukkan bahwa pengalaman panjang mengajar dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Setelah lulus, buktikan gelar sarjana ini membawa dampak nyata bagi kemajuan peserta didik," pesan Bin Raudha.
Lebih lanjut, ia menyampaikan pesan khusus dari Bupati Maluku Tenggara agar kerja sama antara pemerintah daerah dan FKIP Unpatti tidak berhenti pada program RPL saja.
Pemerintah daerah berharap segera terjalin kolaborasi yang lebih luas, termasuk penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), peningkatan kapasitas pendidik, hingga kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.
"Kami yakin guru yang berkualitas akan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing, engan dukungan Universitas Pattimura, kami optimis mutu pendidikan di Maluku Tenggara akan terus meningkat," pungkasnya.(**)